Leonid Radvinsky. (via RT)
Bos OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia
Riza Aslam Khaeron • 24 March 2026 11:50
London: Leonid Radvinsky, pemilik sekaligus tokoh sentral di balik platform langganan konten dewasa OnlyFans, meninggal dunia pada usia 43 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak perusahaan pada Senin, 23 Maret 2026, waktu setempat.
Melansir laporan The Guardian, juru bicara OnlyFans mengumumkan kepergian Radvinsky melalui pernyataan resmi.
"Kami sangat berduka atas wafatnya Leo Radvinsky. Beliau mengembuskan napas terakhir dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker," ungkap juru bicara platform yang populer berkat layanan konten berbasis langganan tersebut.
Radvinsky, seorang miliarder keturunan Ukraina-Amerika, memiliki kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai USD 3,8 miliar per Mei 2025. Ia mengakuisisi Fenix International Limited, induk perusahaan OnlyFans, pada tahun 2018 dan sejak saat itu menjabat sebagai direktur sekaligus pemegang saham mayoritas.
Lahir di Odesa, Ukraina, Radvinsky dibesarkan di Chicago dan menempuh pendidikan ekonomi di Northwestern University. Menurut laporan Wall Street Journal, ia telah merintis bisnis situs dewasa sejak masa remaja.
Dalam beberapa bulan terakhir, Radvinsky dikabarkan tengah terlibat dalam negosiasi untuk menjual 60 persen saham OnlyFans. Kesepakatan tersebut diprediksi akan memberikan valuasi perusahaan sebesar USD 8 miliar. OnlyFans juga menyatakan bahwa Radvinsky telah memindahkan kepemilikannya ke sebuah lembaga perwalian (trust) pada tahun 2024.
Didirikan pada tahun 2016, OnlyFans dikenal luas sebagai platform yang memfasilitasi aktor film dewasa dan pekerja seks untuk memonetisasi konten mereka melalui sistem langganan. Perusahaan memotong komisi sebesar 20 persen dari setiap pembayaran, sementara 80 persen sisanya menjadi hak kreator.
| Baca Juga: Layanan X Down Global: Ribuan Pengguna Laporkan 'This Page is Down' |
Skema bisnis ini telah mendatangkan dividen senilai ratusan juta dolar bagi Radvinsky selama bertahun-tahun.
Perusahaan yang berbasis di Inggris ini mengalami pertumbuhan pesat selama masa pandemi dan memantapkan posisinya sebagai sumber penghasilan daring yang signifikan.
Selain bintang konten dewasa, platform ini juga merangkul berbagai kalangan, termasuk atlet Olimpiade dan tenaga pendidik yang mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. OnlyFans menegaskan fokusnya adalah untuk memberdayakan para kreator konten dalam mengunggah materi eksplisit secara seksual di lingkungan daring yang aman.
Kendati OnlyFans telah berupaya melakukan ekspansi ke kategori konten nonseksual, materi pornografi tetap menjadi identitas utama platform ini. Pada tahun 2021, perusahaan sempat mengumumkan rencana pelarangan konten seksual eksplisit, namun kebijakan tersebut segera dibatalkan setelah menuai reaksi keras.
Di samping itu, beberapa kreator juga memanfaatkan situs ini untuk mempromosikan konten di bidang fotografi, kebugaran, hingga tata rias.
Meski sukses secara finansial, perusahaan Radvinsky tidak luput dari gelombang kontroversi. Investigasi Reuters pada tahun 2024 pernah melaporkan testimoni sejumlah perempuan yang mengaku diperbudak secara seksual demi menghasilkan keuntungan bagi situs tersebut.