Modal Perajin Tempe Meningkat Imbas Lonjakan Harga Kedelai dan Plastik

Perajin tempe. Foto: Metro TV/Vania

Modal Perajin Tempe Meningkat Imbas Lonjakan Harga Kedelai dan Plastik

Vania Liu • 11 April 2026 18:35

Jakarta: Perajin keripik tempe di Jakarta Selatan, Joko, mengatakan pihaknya terdampak kenaikan harga kedelai impor dan plastik. Hal ini dipicu dinamika global.

“Modal yang harus saya keluarkan juga lebih banyak,” ujar Joko, saat ditemui di rumah produksi, di Jalan H Aom, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Sabtu 11 April 2026.

Menurut Joko, lonjakan harga kedelai itu mulai dirasakan pada Februari 2026. Ia menyebut harga kedelai sempat menyentuh Rp930.000 per kuintal.
 


Lebih lanjut pada April 2026, harga kedelai melonjak hingga mencapai Rp1.100.000 per kuintal bahkan lebih. Joko mengatakan kenaikan harga ini sangat dirasakan bagi perajin tempe maupun perajin tahu.

Tak hanya kedelai, Joko mengungkap bahwa kenaikan juga dialami pada harga plastik. Harga plastik semula yakni Rp32.000-Rp33.000 per kg, menjadi Rp50.000 bahkan lebih per kg.


Perajin tempe. Foto: Metro TV/Vania

Akibat kenaikan harga tersebut, dia pun menyiasati dengan mengurangi berat pada produknya. Ia juga mengaku bahwa banyak pembelinya yang mengeluh karena adanya kenaikan harga tersebut.

“Terpaksa saya kurangi, habis bagaimana? karena naik begini harganya. Pembeli saya ya mengeluh saja kok irisan tempe nya semakin menipis,” lanjut Joko.

Sebelumnya, harga tahu dan tempe di berbagai daerah dilaporkan naik akibat lonjakan harga bahan baku, terutama kedelai impor dan plastik sejak April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)