Prabowo Instruksikan Garuda-Saudia Airlines Bentuk Joint Venture Tekan Biaya Haji

Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Prabowo Instruksikan Garuda-Saudia Airlines Bentuk Joint Venture Tekan Biaya Haji

Fachri Audhia Hafiez • 9 April 2026 00:00

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan maskapai nasional Garuda Indonesia untuk segera menjajaki pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan maskapai Arab Saudi, Saudia Airlines. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan operasional penerbangan haji guna menekan biaya perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

“Jadi, selama ini pesawat Garuda berangkat bawa (jemaah) haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jemaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa enggak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” kata Prabowo dalam taklimatnya saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
 


Menurut Prabowo, kolaborasi ini akan memastikan pesawat dari kedua maskapai selalu terisi penuh saat pergi maupun pulang dari Tanah Suci. Dengan sistem operasional yang lebih efisien, biaya tiket diharapkan dapat turun signifikan dan durasi perjalanan menjadi lebih optimal.

“Pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh, ke Indonesia penuh. Harga bisa turun lagi. Waktu bisa lebih singkat lagi,” tegas Kepala Negara.

Dalam rapat tersebut, Prabowo secara khusus memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, untuk menagih progres instruksi yang telah diberikan dua bulan lalu. Presiden meminta laporan cepat terkait tindak lanjut rencana kerja sama tersebut agar bisa segera diimplementasikan.

“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih 2 bulan yang lalu. Ya ini harus kerja cepat, nanti Dirut Garuda menghadap saya,” ujar Prabowo.


Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/aa.


Komitmen Penurunan Biaya Haji

Di samping perbaikan aspek transportasi, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menurunkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp2 juta per jemaah. Meski saat ini harga bahan bakar pesawat (avtur) sedang mengalami kenaikan, Presiden meminta komponen biaya yang dibebankan kepada masyarakat tidak ikut naik.

“Kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik, tetapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp87.409.366 per jemaah, atau turun dibandingkan periode sebelumnya sesuai dengan arahan Presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)