Kebakaran Tambora, 64 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran yang melanda 14 rumah dan bangunan usaha konveksi di Jalan Duri Bangkit, RT 08/RW 09 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Kebakaran Tambora, 64 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Fachri Audhia Hafiez • 11 January 2026 11:59

Jakarta: Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan Duri Bangkit, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu pagi, 11 Januari 2026. Insiden tersebut menyebabkan 64 jiwa dari 14 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal setelah api melumat belasan rumah dan satu bangunan usaha konveksi.

"Jumlah rumah terbakar, 14 rumah dan satu usaha konveksi. Jumlah KK dan jiwa, 14 KK 62 Jiwa," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Januari 2026.
 


Suheri menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 04.19 WIB. Sebanyak 21 unit armada pemadam dengan kekuatan 105 personel dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. 

"Operasi pemadaman berlangsung selama hampir lima jam hingga dinyatakan selesai pada pukul 09.04 WIB," ucap Suheri.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebutkan bahwa dampak material akibat kebakaran di wilayah padat penduduk tersebut sangat besar. Berdasarkan pendataan sementara, aset warga dan bangunan usaha tidak banyak yang bisa diselamatkan.

"Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,7 miliar," kata Isnawa.


Kebakaran di Jalan Duri Bangkit, RT 08/RW 09 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakbar.

Peristiwa ini bermula saat warga dikejutkan oleh teriakan kebakaran di tengah fajar. Warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun kobaran api yang cepat membesar di bangunan semipermanen memaksa mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saat ini, para penyintas kebakaran telah diungsikan ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan bantuan logistik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)