Rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi di Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pagi. ANTARA/HO-BPBD Sulteng
5 Warga Korban Gempa M 6,7 Palu Dirujuk ke RS
Whisnu Mardiansyah • 16 June 2026 14:52
Palu: Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, memastikan penanganan warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 berjalan optimal. Gempa utama mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa pagi, 16 Juni 2026.
Wagub langsung meninjau RSUD Undata Palu untuk mengecek kondisi para korban. Ia melaporkan sejauh ini terdapat lima pasien yang menjalani perawatan.
"Ada lima pasien yang datang berobat dengan luka ringan akibat gempa karena terjatuh dari tangga. Alhamdulillah sudah baik dan saat ini sedang dirawat," ujar Reny A Lamadjido di RSUD Undata Palu, seperti dilansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan langkah antisipasi guna meminimalisasi dampak bencana pascagempa. Reny menjelaskan opsi pendirian tenda darurat untuk pelayanan pasien rumah sakit telah masuk dalam rencana kontingensi. Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil pemantauan kondisi di lapangan mengingat gempa susulan masih terjadi.
"Yang terpenting, kita harus melakukan langkah-langkah antisipasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya di Palu, Selasa, 16 Juni 2026.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan rumah sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya. Langkah ini diambil untuk memantau situasi dan memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan optimal.
Baca Juga :
BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu
BPBD Laporkan Kerusakan Infrastruktur di Tiga Kabupaten/Kota
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan sejumlah bangunan dan infrastruktur di beberapa daerah mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik tersebut. Wilayah yang terdampak meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
Di Kota Palu, guncangan gempa menyebabkan Jembatan III Palu mengalami keretakan. Sejumlah bangunan juga dilaporkan roboh akibat getaran kuat.
Di Kabupaten Sigi, kerusakan bangunan tersebar di beberapa titik. Selain itu, longsor terjadi di kawasan Gunung Kamarosa dan saluran air dilaporkan terputus, mengganggu akses air bersih warga.
Di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, sejumlah bangunan tercatat rusak. Akses jalan di wilayah Napu, Kabupaten Poso, dilaporkan mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Sementara itu, data jumlah korban jiwa maupun pengungsi masih terus dikumpulkan petugas di lapangan.

Salah satu bangunan rusak akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 di Kota Palu, Selasa (16/6/2026). ANTARA/Dokumentrasi Pribadi
BPBD Sulawesi Tengah mencatat hingga pukul 13.38 Wita, telah terjadi puluhan kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Rinciannya, satu gempa bermagnitudo 5, sepuluh gempa bermagnitudo 4, tiga puluh satu gempa bermagnitudo 3, dan empat gempa bermagnitudo 2.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa utama terjadi pada pukul 10.27 WIB. Episentrum atau pusat gempa terletak di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Lokasi tersebut tepatnya berjarak 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.
BMKG mengonfirmasi gempa ini berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer. Hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.