Asap terlihat dari lokasi serangan udara Israel di Lebanon. Foto: Anadolu
Serangan Udara Israel di Beirut dan Lebanon Selatan Tewaskan Tujuh Warga
Fajar Nugraha • 15 June 2026 09:07
Beirut: Sedikitnya tujuh orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah militer Israel meluncurkan rangkaian serangan udara di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, serta beberapa wilayah di Lebanon selatan pada Minggu, 14 Juni.
Media lokal Lebanon melaporkan bahwa operasi pengeboman ini tetap berjalan meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku di antara kedua belah pihak.
Kantor Berita Resmi Lebanon, NNA, merinci bahwa tiga korban tewas dan 15 korban luka-luka bersumber dari serangan udara yang membidik wilayah ibu kota Lebanon tersebut.
Berdasarkan laporan koresponden Anadolu, Senin 15 Juni 2026 di lapangan, jet tempur Israel menghantam wilayah Dahiyeh secara mendadak tanpa adanya peringatan evakuasi terlebih dahulu kepada warga sipil.
Dua suara ledakan dahsyat terdengar membahana di area tersebut, disusul dengan gumpalan asap tebal yang terlihat membubung tinggi dari lokasi-lokasi yang menjadi target pengeboman. Di pihak lain, militer Israel mengeluarkan pernyataan resmi yang mengeklaim bahwa operasi udara tersebut berhasil mengenai target strategis milik kelompok milisi Hizbullah Lebanon yang berada di kawasan tersebut.
Agresi militer ini meluncur hanya berselang beberapa jam setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich secara terbuka mendesak kabinet untuk membom wilayah Dahiyeh. Desakan tersebut mencuat sebagai respons atas serangan dua drone milik Hezbollah di Israel utara, mengabaikan status gencatan senjata yang sebenarnya telah berlaku sejak 17 April lalu.
Sementara itu di Distrik Tyre, sebuah pesawat tanpa awak drone milik militer Israel meluncurkan rudal ke area perkebunan di kawasan Housh dan menewaskan dua orang sipil. Tim ambulans dari Asosiasi Pramuka Risala dilaporkan telah mengevakuasi dan memindahkan jenazah para korban ke rumah sakit setempat.
Dalam serangan terpisah, bom yang dijatuhkan militer Israel di lingkungan pemukiman padat penduduk di kawasan Housh, dekat kota Tyre, menewaskan satu orang warga dan melukai empat orang lainnya. Bergerak lebih jauh ke arah selatan, hantaman rudal di jalur Masilh yang berada di Distrik Sidon dilaporkan menewaskan seorang warga asal kota perbatasan Kfar Shouba.
Secara kronologis, militer Israel terus menggulirkan kampanye pengeboman masif di Lebanon sejak 2 Maret lalu dan telah menduduki secara paksa beberapa kota di wilayah selatan negara tersebut. Otoritas resmi pemerintah Lebanon mencatat bahwa rangkaian serangan militer Israel hingga saat ini telah menewaskan hampir 3,800 orang, melukai 11.700 warga, serta memaksa lebih dari 1,5 juta orang mengungsi dari tempat tinggal mereka.
(Kelvin Yurcel)