IHSG Dibuka Naik ke Level 6.383 Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka Naik ke Level 6.383 Pagi Ini

Eko Nordiansyah • 11 August 2026 09:35

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.383,810.

IHSG dibuka dibuka menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.383,81. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,30 persen ke posisi 636,01.
  
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.25 WIB, IHSG bergerak melemah sebanyak 38,871 poin setara 0,61 persen ke level 6.326,502. IHSG berada di level tertinggi 6.388 dan terendah di 6.291.

Sebanyak 135 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 447 saham emiten lainnya melemah, dan 140 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp3,893 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 10,056 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.087,749 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

IHSG diperkirakan cenderung tertekan

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 10 Agustus, IHSG ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37. Pelemahan IHSG terjadi seiring adanya profit taking pelaku pasar pasca penguatan pada pekan lalu yang cukup signifikan.

Dari data ekonomi, Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia turun ke level 116,8 pada Juli 2026, menandai penurunan dalam tiga bulan beruntun sekaligus level terendah sejak September 2025, meski masih berada pada level optimis.

Dari eksternal, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan kesepakatan Iran dengan Oman terkait jalur pelayaran baru di Selat Hormuz sudah berada dalam “tahap akhir”, sembari menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz kecuali AS memenuhi tuntutan tertentu yang diajukan oleh Iran.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones turun 0,11 persen, S&P 500 melemah 0,06 persen, dan Nasdaq terkoreksi 0,32 persen. Saham-saham yang sensitif terhadap kredit bergerak variatif, dengan sektor keuangan sebagian besar mencatat penurunan.

Kenaikan harga minyak mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi akibat kekhawatiran akan inflasi yang dipicu oleh biaya energi. Biaya energi yang lebih tinggi memicu kekhawatiran bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini, meskipun pasar tenaga kerja sedang melambat.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Investor akan mencermati rilis data Laporan Survei Penjualan Eceran Indonesia (Juni 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)