Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka ke Rp17.795/USD Selasa Pagi
Eko Nordiansyah • 11 August 2026 09:25
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS mencatatkan penguatan didukung sejumlah sentimen positif.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 11 Agustus 2026, rupiah berada di level Rp17.795 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 40 poin atau setara 0,23 persen dari Rp17.755 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.790 per USD. Rupiah bergerak menguat dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.908.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah fluktuatif berpotensi menguat
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan peluang menguat hari ini. Mata uang Garuda diprediksi bergerak di rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per USD.
Penguatan rupiah didukung pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Surat Presiden (Surpres) terkait pengajuan tersebut telah diserahkan kepada pimpinan DPR.
Dari sisi global, Ibrahim menyoroti harapan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman yang dapat berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meskipun Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman sudah berada pada tahap akhir, negara tersebut kembali menegaskan jalur pelayaran itu baru akan dibuka setelah Washington memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk pemberian kompensasi kepada Iran atas serangan yang terjadi.
Selain itu, meredanya kekhawatiran terhadap inflasi AS mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed).
"Apalagi, bersama dengan angka ketenagakerjaan yang lemah, hal ini semakin mengurangi ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," kata Ibrahim.
Pasar juga mencermati rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juli pada Rabu (12/8). Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Fed.