Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (MI/ Akhmad Safuan)
Semburan Lumpur Muncul Lagi di Oro-oro Kesongo Blora
Silvana Febiari • 7 August 2026 19:56
Blora: Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali mengalami semburan lumpur. Warga diminta waspada.
Kapolsek Jati AKP Suyadi mengatakan semburan pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10-15 meter.
"Semburan kedua terjadi pada pukul 06.50 WIB, kemudian letupan ketiga sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung kurang lebih lima menit. Hingga pukul 11.24 WIB, sudah terjadi lima kali semburan," ujar Suyadi, dilansir dari Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Semburan lumpur yang terjadi pada pagi hari itu masih berskala kecil. Kondisinya tidak sebesar sejumlah kejadian serupa yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi semburan. Sebab, terdapat potensi munculnya gas beracun yang dapat menyertai letupan lumpur.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur," imbaunya.
Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekati titik semburan.
.jpg)
Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (MI/ Akhmad Safuan)
Fenomena semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan kejadian sebelumnya, semburan cukup besar terjadi pada 27 Agustus 2020. Saat itu, empat orang keracunan, sedangkan 18 ekor kerbau hilang.
Selanjutnya, pada 21 September 2021 kembali terjadi semburan lumpur tanpa menimbulkan korban jiwa. Peristiwa serupa kembali terjadi pada 11 April 2023. Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun yang muncul dari kawasan semburan.
Kemudian pada 3 Desember 2024, Kawah Kesongo kembali mengalami letupan. Saat itu tercatat sebanyak 10 kali letupan dengan ketinggian semburan lumpur antara 8 hingga 20 meter. Namun, tidak menimbulkan korban jiwa.