MRT Rute Pondok Labu-Kota Tua Ditargetkan Rampung 2029

Ilustrasi MRT Jakarta. Dok MI/Susanto

MRT Rute Pondok Labu-Kota Tua Ditargetkan Rampung 2029

Andika Fauzan Azhari • 9 August 2026 16:01

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mematangkan cetak biru (masterplan) integrasi transportasi publik menyeluruh di Ibu Kota. Proyek MRT rute Pondok Labu menuju Kota Tua sebagai koridor utama utara-selatan ditargetkan rampung akhir 2029.

"Nanti tinggal LRT dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh akan kami lanjutkan. Dan, mudah-mudahan inilah yang membuat konektivitas secara keseluruhan menjadi jauh lebih baik, apalagi kalau kemudian nanti di akhir tahun 2029, MRT utama dari utara ke selatan, yaitu dari Pondok Labu sampai dengan Kota Tua insyaallah selesai di 2029," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Agustus 2026.

Pramono menjelaskan penyelesaian koridor utama MRT tersebut akan menjadi pelengkap dari penyambungan berbagai rute moda transportasi massal berbasis rel lain yang sedang dikerjakan.

"Dan kalau itu dilakukan, Saudara-saudari sekalian, maka konektivitas backbone utama transportasi Jakarta alhamdulillah sudah tersambungkan," ungkap Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan setelah meninjau dua jembatan penyebrangan orang (JPO) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Langkah percepatan integrasi ini disambut positif oleh masyarakat. Pemprov DKI mencatat ada lonjakan volume pengguna pada berbagai moda transportasi umum di Jakarta seiring dengan peningkatan kualitas layanan yang semakin aman dan nyaman.

"Sekarang saja kenaikannya sudah cukup tinggi, rata-rata apakah itu MRT, LRT, TransJakarta, TransJabodetabek," kata Pramono.

Melalui keberlanjutan pembangunan jaringan MRT dan penyambungan rute-rute feeder LRT, Pemprov DKI Jakarta optimistis infrastruktur transportasi umum di Ibu Kota semakin solid, efisien, dan terintegrasi secara total bagi seluruh warga.

(Achmad Zulfikar Fazli)