Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto (kanan). Foto: Dok. BNPB.
Kepala BNPB Dorong Penguatan Desa Tangguh dan Antisipasi El Nino
Fachri Audhia Hafiez • 6 August 2026 08:00
Malang: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto mendorong penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana). Sekaligus meminta seluruh jajaran BPBD di Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
“Forum destana dan forum pengurangan risiko bencana juga perlu dimaksimalkan, karena pencegahan menjadi aspek yang sangat penting dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan,” ujar Suharyanto saat memberikan arahan kepada perwakilan pemkab/pemkot dan pelaku Destana di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 5 Agustus 2026.
Suharyanto menegaskan bahwa Destana yang telah berjalan sukses harus terus dipelihara dan diperluas jangkauannya ke desa-desa sekitar. Langkah mitigasi berbasis masyarakat ini sangat vital guna meminimalisir dampak kerugian material dan jiwa akibat tingginya kejadian bencana di Jawa Timur.
“Jika sudah terjadi bencana, dampak yang ditanggung oleh masyarakat dan bangsa jauh lebih besar, dari mulai korban dan kerugian harta benda,” ucap Suharyanto.
Ia menjelaskan, Destana dibentuk agar desa atau kelurahan memiliki kapasitas mandiri dalam beradaptasi, menghadapi ancaman, serta pulih dengan cepat dari bencana. Suharyanto membeberkan bukti nyata keberhasilan program ini di lapangan.
“Adanya Destana benar-benar berfungsi tidak hanya kegiatan seremonial. Sempat terjadi peristiwa penyelamatan heroik, seorang kepala desa dan kepala kampung,” ujar Suharyanto.
Ia mencontohkan kejadian pada 2024 saat seorang kepala kampung yang tanggap melihat aliran sungai keruh langsung menginstruksikan warga mengungsi, hingga seluruh nyawa selamat meski rumah mereka hancur diterjang banjir. Keberhasilan serupa terjadi pada bencana hidrometeorologi basah 2025 di Kawasan Malalo, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, yang mencatatkan zero casualty.
“Tahun 2025 di Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar, juga terjadi hal yang baik. Ini salah satu bentuk pengurangan risiko bencana melalui Destana berfungsi,” ujar Suharyanto.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto (kiri). Foto: Dok. BNPB.
Selain memperkuat ketahanan warga dari bencana banjir dan longsor, Suharyanto mengimbau seluruh BPBD di wilayah Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi bahaya kekeringan dan kebakaran akibat fenomena El Nino yang diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027.
“Bapak dan ibu agar waspada, tahun 2023 Gunung Bromo, Gunung Arjuno, Gunung Lawu dan tempat-tempat pembuangan sampah terbakar,” kata Suharyanto.
Ia menambahkan bahwa situasi serupa mulai mengancam kembali, di mana kawasan Gunung Bromo saat ini sedang dilanda kebakaran dan tempat pembuangan sampah di Mojokerto sempat terbakar hingga membutuhkan penanganan helikopter water bombing.
“Agar BPBD dan para relawan waspada, bahwa kita tinggal di daerah bencana. Bagi yang sudah ada destana, tolong tunjukan yg terbaik dan berikan keyakinan bagi masyarakat yang lain, ini (meningkatkan kesiapsiagaan) tidak sia-sia, ini dalam rangka menyelamatkan kita semua saat terjadi bencana,” ujar Suharyanto.
Dalam kunjungan tersebut, BNPB yang bekerja sama dengan Kemitraan Australia-Indonesia (SIAP SIAGA) dan United Tractors juga melakoni penanaman vegetasi pohon alpukat di lereng Gunung Arjuno, Desa Giripurno, Kota Batu. Penanaman pohon ini berfungsi ganda untuk mengikat tanah dari ancaman longsor sekaligus meningkatkan ekonomi warga.
“Penanaman vegetasi pohon alpukat pohon itu bisa menahan atau mencengkram tanah ketika curah hujan tinggi. Pohon Alpukat tidak hanya bisa mencegah terjadinya bencana, namun ada unsur peningkatan ekonomi bagi masyarakat seluruh desa, buahnya bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Suharyanto.
Guna mendukung operasional penanganan kekeringan dan bencana di Kota Batu, Kepala BNPB turut menyerahkan bantuan peralatan dan logistik berupa satu unit mobil pick up, paket sembako, toren air, serta flexible tank yang diterima langsung oleh Wali Kota Batu.