Menlu Ukraina: Perdamaian Rusia-Ukraina Hanya Bisa Tercapai dengan Peran Eropa

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha. (Anadolu Agency)

Menlu Ukraina: Perdamaian Rusia-Ukraina Hanya Bisa Tercapai dengan Peran Eropa

Willy Haryono • 22 August 2026 19:42

Kyiv: Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan bahwa perdamaian dalam perang Rusia-Ukraina hanya dapat tercapai dengan keterlibatan aktif negara-negara Eropa dalam proses perundingan.

Berbicara dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul di Kyiv, Sabtu, 22 Agustus 2026, Sybiha mengatakan saat ini merupakan momentum untuk mempercepat upaya diplomatik menuju perdamaian.

"Posisi prinsip Ukraina adalah bahwa mencapai perdamaian yang sesungguhnya hanya mungkin dilakukan dengan partisipasi aktif Eropa di meja perundingan," kata Sybiha, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Sybiha juga menekankan pentingnya melanjutkan kembali negosiasi damai Rusia-Ukraina, terutama dengan keterlibatan Amerika Serikat (AS).

"Tidak boleh ada jeda, dan musim politik serta diplomatik baru yang aktif ini harus terutama berfokus pada bagaimana mengakhiri perang," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sybiha mengatakan Ukraina tengah mempersiapkan langkah-langkah sanksi baru terhadap Rusia. Ia menyebut Undang-Undang Lindsey O. Graham Sanctioning Russia Act of 2026 yang disahkan Senat AS awal bulan ini serta paket sanksi baru Uni Eropa harus dibuat "sekuat mungkin".

Sybiha mengatakan Kyiv dan Berlin juga membahas kemungkinan penerapan sanksi khusus terhadap sektor rudal balistik Rusia untuk mengurangi kemampuan Moskow memproduksi senjata tersebut.

"Hari ini, kami membahas elemen dan langkah-langkah menuju penerapannya," katanya.

Aset Rusia yang dibekukan di luar negeri juga menjadi salah satu topik pembicaraan. Sybiha mengatakan Ukraina berharap negara-negara Eropa mendukung upaya untuk membuka jalan hukum agar aset Rusia yang dibekukan dapat digunakan.

"Kami juga sangat berharap dukungan sekutu dan mitra Eropa untuk membuat kemajuan dalam isu ini, membukanya secara hukum dan menemukan peluang untuk menggunakan lebih dari 200 miliar euro aset Rusia yang dibekukan," ujarnya.

Selain isu perdamaian dan sanksi, kedua menteri membahas kerja sama pertahanan serta proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa. Wadephul juga memberikan jaminan bahwa Jerman akan terus mendukung Ukraina menghadapi musim dingin mendatang.

Kyiv selama ini konsisten menyerukan keterlibatan Eropa dalam setiap penyelesaian perang dengan Rusia.

Moskow tidak secara prinsip menolak diplomasi dengan negara-negara Eropa. Namun, Rusia menuduh sejumlah negara Eropa justru menghambat upaya perdamaian dan tetap berupaya mencapai apa yang disebutnya sebagai "kekalahan strategis" Rusia.

Baca juga:  Menlu Jerman Desak AS Tetap Aktif dalam Negosiasi Damai Ukraina

(Willy Haryono)