Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Hamas Sebut Serangan Israel terhadap Polisi Gaza Bertujuan Ciptakan Kekacauan
Willy Haryono • 11 May 2026 11:28
Gaza: Kelompok pejuang Palestina, Hamas, mengatakan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas dan personel kepolisian bertujuan untuk melanggengkan ketidakamanan serta kekacauan di Jalur Gaza.
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul tewasnya dua petugas polisi dalam serangan Israel yang menghantam kendaraan mereka di kota Khan Younis, wilayah selatan Gaza. Insiden tersebut menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu.
Hamas menegaskan bahwa serangan terhadap kepolisian di Gaza merupakan kelanjutan dari kejahatan dan terorisme pihak pendudukan terhadap rakyat Palestina.
Tindakan tersebut dinilai sebagai upaya untuk membiarkan kondisi tanpa hukum, menabur kekacauan, serta menghambat segala upaya pemulihan situasi normal di Gaza.
"Serangan Israel terhadap pasukan polisi di Gaza merupakan upaya untuk melanggengkan keadaan tanpa hukum, menabur kekacauan, dan menghalangi segala upaya untuk memulihkan keadaan normal di Gaza," tulis Hamas dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Anadolu, pada Senin, 11 Mei 2026.
Kelompok tersebut menyerukan kepada komunitas internasional, para mediator, dan penjamin perjanjian gencatan senjata untuk segera bertindak. Hamas mendesak agar agresi dan pelanggaran harian yang dilakukan pihak pendudukan segera dihentikan secara paksa.
Selain itu, mereka juga menuntut adanya perlindungan yang diperlukan serta bantuan bagi rakyat Palestina. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, pasukan Israel telah menewaskan sekitar 850 warga Palestina dan melukai 2.433 lainnya melalui pelanggaran berkelanjutan berupa penembakan dan serangan senjata api.
Kesepakatan gencatan senjata ini sebelumnya dicapai setelah dua tahun perang besar yang dimulai pada Oktober 2023. Perang tersebut telah menelan lebih dari 72.000 korban jiwa, melukai lebih dari 172.000 orang, serta menyebabkan kerusakan luas yang berdampak pada 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Kepala Unit Investigasi