Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan
BGN Hentikan Sementara Operasional 240 SPPG Bermasalah
Achmad Zulfikar Fazli • 11 May 2026 22:27
Bogor: Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sekitar 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. SPPG tersebut belum memenuhi standar.
“Sekarang sudah ada 240-an yang kita suspend atau dihentikan sementara, karena ada hal-hal yang harus dipenuhi,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana setelah meresmikan SPPG di Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Dadan menjelaskan ratusan SPPG tersebut belum memenuhi persyaratan kesehatan dan kelayakan operasional, mulai dari sertifikasi hingga kondisi ruangan yang belum memadai. Beberapa SPPG harus meningkatkan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) yang diterbitkan Dinas Kesehatan, dan perlu dimodifikasi agar tidak terjadi potensi kontaminasi silang dalam proses pengolahan makanan.
“Ada juga yang ruangannya harus dimodifikasi supaya tidak disilang terkontaminasi, ada juga beberapa ruangannya terlalu kecil,” ujar Dadan.
Dadan menegaskan sertifikat SLHS menjadi syarat wajib bagi seluruh SPPG yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Wajib, karena itu satu bagian dari SPPG yang dikeluarkan dari Dinas Kesehatan,” kata Dadan.
.jpeg)
Ilustrasi SPPG. Dok. Metrotvnews.com
Baca Juga:
Program MBG Dinilai Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat |
Dia menyebut operasional SPPG dapat dihentikan sementara apabila dalam waktu satu bulan sertifikat tersebut belum diterbitkan.
“Biasanya setelah satu bulan kalau SLHS-nya belum keluar, operasinya akan dihentikan sementara,” kata Dadan.
Dadan mengatakan BGN terus melakukan peningkatan kualitas dan efektivitas layanan program MBG secara nasional. Hingga saat ini, terdapat 28.390 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani sekitar 62 juta penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG di Citaringgul dan SPPG ke-14 yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” ujar Dadan.
Menurut Dadan, antusiasme siswa terhadap program MBG cukup tinggi. Bahkan, terdapat siswa yang mulai menyukai sayuran setelah mengikuti program tersebut.
“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” kata Dadan.