Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Wall Street Menguat, Nasdaq dan S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Lagi
Husen Miftahudin • 6 May 2026 08:13
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa karena penurunan harga minyak dan serangkaian laporan pendapatan perusahaan yang kuat meningkatkan sentimen investor.
Mengutip Xinhua, Rabu, 6 Mei 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 356,35 poin, atau 0,73 persen, menjadi 49.298,25. Indeks S&P 500 bertambah 58,47 poin, atau 0,81 persen, menjadi 7.259,22. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 258,33 poin, atau 1,03 persen, menjadi 25.326,13.
Kesebelas sektor utama S&P 500 semuanya berakhir positif. Sektor material dan teknologi memimpin kenaikan, masing-masing naik 1,67 persen dan 1,63 persen. Sektor utilitas mencatatkan pertumbuhan terlemah, hanya naik 0,01 persen.
Latar belakang geopolitik memberikan sedikit kelegaan bagi pasar, meskipun gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tetap rapuh di tengah laporan serangan baru di Selat Hormuz. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan gencatan senjata "pasti berlaku" dan dua kapal komersial AS, bersama dengan kapal perusak Amerika, telah berhasil melewati selat tersebut dengan aman, menunjukkan bahwa jalur tersebut aman.
Menyusul pernyataan yang meyakinkan ini, pasar energi global mengalami penurunan. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun USD4,15 atau 3,9 persen menjadi USD102,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli kehilangan USD4,57 atau 3,99 persen menjadi USD109,87 per barel di London ICE Futures Exchange.
| Baca juga: Wall Street Merosot Imbas Meningkatnya Ketegangan AS-Iran |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Kinerja keuangan topang momentum positif pasar saham
Serangkaian hasil keuangan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan menambah momentum positif di pasar saham. Saham raksasa material DuPont de Nemours naik 8,43 persen setelah pendapatan dan laba kuartal pertamanya melampaui ekspektasi Wall Street. Perusahaan bir Belgia Anheuser-Busch InBev melonjak 8,74 persen menyusul laporan kuartalannya yang menggembirakan.
Sebaliknya, beberapa perusahaan ternama menghadapi aksi jual tajam setelah pengumuman pendapatan mereka. Saham platform e-commerce Shopify anjlok 15,62 persen, dan perusahaan pembayaran digital PayPal turun 7,74 persen. Aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo turun 5,62 persen, dan perusahaan analisis data Palantir Technologies turun hampir 7 persen.
Di sektor semikonduktor, Intel muncul sebagai pemenang besar, melonjak hampir 13 persen hingga mencapai rekor tertinggi baru setelah laporan media menyebutkan produsen chip tersebut sedang aktif berdiskusi dengan Apple mengenai pasokan chip khusus.
Sementara itu, produsen chip saingan, Advanced Micro Devices, mencatatkan kenaikan saham sebesar 4,02 persen karena investor memposisikan diri menjelang rilis laporan keuangan perusahaan yang dijadwalkan setelah penutupan pasar.