Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat, 3 April 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Kapolda Riau Pastikan Langsung Pemadaman Karhutla Berjalan Maksimal
Deny Irwanto • 3 April 2026 23:13
Bengkalis: Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau terus dilakukan di tengah kondisi lapangan yang menantang. Di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, kerja keras tim gabungan terlihat dari upaya mereka mengendalikan titik api yang masih muncul.
Di tengah situasi tersebut, Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi pada Jumat, 3 April 2026. Kehadirannya tidak hanya untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal, tetapi juga memberi dukungan moril kepada para petugas yang berjibaku di lapangan.
“Kami hadir di sini untuk memberikan motivasi, dukungan moril dan memastikan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara maksimal. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, tetapi harus kolaboratif melibatkan semua pihak,” kata Herry di Bengkalis.
Herry menyapa langsung personel dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api yang terus berupaya memadamkan api di lokasi terdampak.
Ia menegaskan pentingnya langkah cepat dalam menemukan dan memutus titik api sebelum meluas, terutama menjelang puncak musim kemarau.
"Lebih baik bekerja keras sekarang sebelum memasuki puncak kemarau, daripada nanti memadamkan dalam kondisi yang jauh lebih besar dan sulit," jelasnya.
.jpeg)
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat, 3 April 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Selain pemadaman, aspek penegakan hukum juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Sepanjang 2025, Polda Riau telah menangani puluhan kasus kebakaran hutan dan lahan.
“Penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku pembakaran, baik yang disengaja maupun yang berlindung di balik alasan kelalaian,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, aparat bersama pemangku kepentingan telah memasang ratusan papan imbauan di wilayah rawan karhutla.
“Kami ingin ada efek jera. Lahan yang sudah terbakar tidak boleh dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penanaman sawit. Ini bagian dari upaya moratorium agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Herry menegaskan pentingnya kerja bersama lintas sektor dalam menangani karhutla secara menyeluruh.
"Kita bergerak bersama mencari titik api secara strategis, tujuannya agar tidak terjadi rembetan di tempat lain. Ini adalah komitmen bersama lintas sektor untuk melindungi lingkungan dan masyarakat," ujar Herry.
Sementara Bambang Hero Suharjo mengingatkan potensi meningkatnya risiko karhutla akibat fenomena iklim ekstrem.
“Dengan kondisi 2,7 derajat ini, ini persis seperti kejadian kebakaran 1997–1998, di mana lahan yang terbakar mencapai 10 hingga 11 juta hektare dan menimbulkan korban jiwa hingga ratusan orang,” kata Bambang.
Ia juga menyoroti kondisi lingkungan yang perlu segera dimitigasi untuk mencegah kebakaran meluas.
“Ini harus segera dimitigasi secara komprehensif. Karena ke depan akan semakin kering dan kita akan kekurangan air,” ujarnya.
Menurutnya, langkah preventif dan peringatan dini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan di masa mendatang. Ia juga mengapresiasi pendekatan penanaman pohon yang dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Penanaman pohon ini bukan sekadar simbolik. Secara scientific, itu adalah cara untuk menekan emisi gas rumah kaca akibat kebakaran. Kalau tidak diimbangi, emisi yang kita lepaskan akan semakin besar,” katanya.