Tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang menggunung, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Sampah TPS Kramat Jati Meluber ke Kali, Warga Khawatir Banjir
Siti Yona Hukmana • 1 April 2026 13:33
Jakarta: Warga mengaku khawatir potensi banjir akibat robohnya tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Apalagi, sampah sudah meluber ke kali.
Seorang warga yang bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Induk Kramat Jati, Tebe, 35 mengatakan upaya pembersihan kali tersebut tidak akan efektif karena sampah dari TPS di Pasar Induk Kramat Jati terus mengalir dan kembali menumpuk di saluran air.
"Percuma kita bersihin kali kalau sampahnya yang banyak banget itu jatuh terus ke kali. Jadi mampet, nanti bisa banjir," kata Tebe di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
"Awalnya sedikit, terus ambruk, terus lama kelamaan sampahnya ke kali. Lama-lama, sampingnya ikut jebol juga, jadi makin parah," ujar Tebe.
Sementara itu, warga sekitar bernama Samidi, 42 menyebutkan bagian tembok sepanjang sekitar dua meter itu roboh setengah bulan yang lalu. Kejadian tersebut berlangsung pada malam hari. Samidi juga menduga bagian tembok lain yang lebih panjang sudah lebih dulu mengalami kerusakan.
"Jebolnya udah setengah bulan lalu. Kalau yang itu (10 meter) saya tidak tahu, kayaknya udah lebih lama. Kalau yang ini (dua meter) setengah bulan lalu jebolnya, malam-malam gitu," kata Samidi.
.jpg)
Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Dia menilai selain mencemari kali, kondisi tersebut memperburuk kualitas lingkungan karena bau sampah yang semakin menyengat hingga ke permukiman warga. "Sudah mana bau banget, dari jauh udah tercium baunya, ditambah sampah jadi ke saluran kali, kalau banjir bagaimana?," ujar Samidi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tembok yang roboh itu berada tepat di belakang tumpukan sampah yang menggunung hingga setinggi kurang lebih enam meter. Material beton serta tiang penyangga tembok itu terlihat ambruk dan sebagian masuk ke dalam saluran air di bagian bawah.
Tak hanya itu, sampah berupa sisa sayuran dan buah-buahan dari TPS tampak terbawa hingga ke dalam saluran air. Sehingga, berpotensi menyumbat aliran dan memperparah kondisi lingkungan.
Area di belakang TPS tersebut diketahui merupakan lahan kosong yang dimanfaatkan warga sekaligus sebagai tempat bermain anak-anak. Jalan setapak di dekat gunungan sampah tersebut juga menjadi akses warga sehari-hari.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Julius Monangta memastikan pihaknya terus memberikan bantuan armada dan personel kebersihan untuk menjaga kondisi pasar tetap bersih dan tertata. Sebanyak 13 truk Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur dikerahkan untuk mengangkut sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Senin, 30 Maret 2026.
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," kata Monang di Pulo Gebang, Jakarta Timur, dilansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.
Dia pun menegaskan bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi tersebut benar-benar tertangani dengan baik. Selain itu, Monang memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir sampah di Pasar Induk Kramat Jati dibersihkan seluruhnya.
Upaya pengangkutan tumpukan sampah setinggi enam meter sudah berlangsung selama empat hari sejak Jumat, 27 Maret 2026 di Pasar Induk Kramat Jati. Namun, hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan.