Perdana Menteri Yaman Shaye Al-Zindani. (Anadolu Agency)
Yaman Peringatkan Houthi agar Tidak Lakukan Aksi Militer untuk Iran
Willy Haryono • 9 March 2026 16:03
Kairo: Perdana Menteri Yaman Shaye Al-Zindani memperingatkan kelompok Houthi agar tidak melakukan tindakan militer yang dianggap melayani kepentingan Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat darurat tingkat menteri Liga Arab yang digelar melalui konferensi video pada Minggu, 8 Maret 2026.
Al-Zindani menegaskan bahwa keterlibatan dalam aksi militer yang mendukung agenda Iran dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi Yaman. Ia mengatakan pemerintah menolak segala bentuk petualangan militer yang dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Dalam pidatonya, Al-Zindani juga mengingatkan agar wilayah Yaman tidak digunakan sebagai tempat peluncuran serangan terhadap negara lain. “Penggunaan wilayah Yaman untuk menargetkan negara tetangga atau kepentingan internasional merupakan ancaman langsung bagi keamanan Yaman dan stabilitas kawasan,” kata Al-Zindani.
Peringatan tersebut muncul setelah laporan media Israel menyebut sistem keamanan Israel mendeteksi aktivitas dan pergerakan platform peluncur rudal di wilayah Yaman. Platform tersebut diduga milik kelompok Houthi dan memicu peningkatan kewaspadaan militer Israel.
Laporan tersebut juga menyebut lembaga keamanan Israel meningkatkan status siaga karena khawatir akan terjadi peluncuran rudal dari Yaman menuju Israel. Hingga kini, kelompok Houthi belum memberikan tanggapan resmi atas laporan media Israel maupun pernyataan Al-Zindani.
Dalam kesempatan yang sama, Al-Zindani menegaskan penolakan pemerintah Yaman terhadap berbagai alasan yang disampaikan Iran untuk menyerang negara-negara Arab. Ia juga meminta Iran menghormati kewajiban internasional serta menghentikan campur tangan di negara Arab melalui dukungan terhadap kelompok bersenjata.
Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi dunia Arab saat ini memerlukan koordinasi yang lebih kuat antarnegara. Menurutnya, sikap bersama diperlukan untuk menghadapi ancaman keamanan yang semakin meningkat di kawasan.
Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat keamanan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta menargetkan kepentingan Amerika Serikat di beberapa negara Teluk, Yordania, dan Irak. Beberapa serangan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas sipil sehingga memicu kecaman dari negara-negara Arab. (Keysa Qanita)
Baca juga: Iran Digempur AS-Israel, Kenapa Houthi Diam Saja?