Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar. Metrotvnews.com/P Aditya Prakasa
24,86 Juta Warga Jabar Diprediksi Mudik Tahun Ini
P Aditya Prakasa • 9 March 2026 13:10
Bandung: Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi sebanyak 25,6 juta orang atau 51 persen jumlah penduduk Jawa Barat akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026. Perjalanan tersebut meliputi arus mudik dan wisata selama masa libur.
Kepala Dishub Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan dari jumlah 25,6 juta orang, sekitar 96,7 persen atau 24,86 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan mudik. Sementara sisanya melakukan perjalanan wisata sekitar 500 ribu orang atau 1,93 persen, serta silaturahmi tanpa pulang kampung sekitar 290 ribu orang atau 1,11 persen.
"Jalur utama yang dipilih terbanyak di Tol Trans Jawa kemudian Cisumdawu, Cipularang dan Bocimi. Jadi ini yang akan digunakan masyarakat untuk ruas tol," ucap Dhani di Bandung, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Dhani, jalur tol masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini. Sejumlah jalur utama di Jawa Barat diprediksi akan mengalami lonjakan lalu lintas signifikan, terutama jalur tol serta Jalur Selatan dan Utara.
Dhani merinci Tol Trans Jawa yang meliputi ruas Jakarta–Cikampek, Cipali hingga Palikanci menjadi jalur paling padat dengan potensi pergerakan mencapai sekitar 14,18 juta orang. Tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi diprediksi dilintasi sekitar 1,96 juta orang, disusul Tol Cisumdawu sekitar 900 ribu orang, dan Tol Bocimi sekitar 90 ribu orang.
Di luar jalan tol, jalur Pantura yang melintasi Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu hingga Cirebon juga menjadi jalur favorit. Dishub Jabar memprediksi jalur tersebut akan tetap ramai dilewati masyarakat sebanyak kurang lebih 1,29 juta perjalanan.

Ilustrasi. Foto: Jasa Marga.
Sementara jalur selatan Jawa Barat juga menjadi salah satu koridor penting bagi pemudik. Jalur Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong hingga Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar diperkirakan dilalui sekitar 2,9 juta orang. Sedangkan jalur Bandung–Cileunyi–Nagreg–Kadungora–Garut hingga Tasikmalaya diprediksi dilintasi sekitar 1,92 juta orang.
"Adapun jalur alternatif lainnya seperti Bandung–Cileunyi–Jatinangor–Sumedang–Majalengka–Cirebon diperkirakan dilalui sekitar 960 ribu orang, sementara jalur Bekasi–Karawang–Purwakarta–Padalarang–Bandung sekitar 550 ribu perjalanan," jelas Dhani.