Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Sebut Pusat Ekspor Minyak Iran di Pulau Kharg Sudah Hancur Total
Willy Haryono • 15 March 2026 08:42
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington kemungkinan akan kembali menyerang pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg di tengah konflik yang terus berlangsung dengan Teheran.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Sabtu, Trump menyatakan bahwa sebagian besar fasilitas di pulau tersebut telah "hancur total" oleh serangan militer AS.
“Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang,” kata Trump, dikutip dari Guardian, Minggu, 15 Maret 2026.
Pulau Kharg di Teluk Persia merupakan salah satu pusat utama ekspor minyak Iran.
Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran
Dalam wawancara yang sama, Trump juga mempertanyakan apakah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup.Tanpa memberikan sumber, ia mengatakan belum jelas apakah pemimpin Iran tersebut masih hidup setelah serangan militer yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Trump juga menyatakan bahwa masih belum jelas apakah Iran telah menempatkan ranjau laut di Selat Hormuz.
Trump kembali menyerukan agar negara-negara lain membantu menjaga keamanan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Ia mengatakan Amerika Serikat akan bekerja sama dengan negara-negara lain yang bergantung pada jalur tersebut untuk memastikan keamanan pelayaran internasional.
“Amerika Serikat telah mengalahkan dan menghancurkan Iran secara militer, ekonomi, dan dalam banyak hal lainnya,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social.
Namun ia menambahkan bahwa negara-negara yang menerima pasokan minyak melalui Selat Hormuz juga harus ikut menjaga keamanan jalur tersebut.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya gangguan terhadap pasokan energi global akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia, dan setiap gangguan di wilayah tersebut dapat memengaruhi pasar minyak global.
Trump sebelumnya juga kerap menyatakan bahwa Amerika Serikat menanggung beban terlalu besar dalam menjaga jalur perdagangan global yang menurutnya lebih banyak dimanfaatkan oleh negara lain seperti Tiongkok dan negara-negara Eropa.
Baca juga: Pulau Kharg Iran Diserang AS, Apa Dampaknya Bagi Harga Minyak?