Literasi Bisnis Digelar untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan "Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Pemulihan Pascabencana". Dok. Istimewa

Literasi Bisnis Digelar untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

M Sholahadhin Azhar • 9 March 2026 18:47

Jakarta: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf/Badan Ekraf), mengambil langkah nyata mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Percepatan melalui penyelenggaraan "Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Pemulihan Pascabencana".

"Ini semua sesuai arahan Bapak Presiden untuk terus melihat, mendengarkan, dan membantu masyarakat yang tertimpa bencana, khususnya di Aceh," kata Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, dalam keterangan yang dikutip Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan difokuskan pada pembekalan keterampilan pengelolaan keuangan, dan pendampingan usaha. Termasuk, penyaluran bantuan modal dan sembako secara langsung.

Langkah Kementerian Ekonomi Kreatif di Aceh Tamiang ini sejalan dengan komitmen kementerian dalam merespons situasi krisis di daerah. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, yang hadir secara langsung di Aceh Tamiang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah banjir yang skalanya lebih besar dari sebelumnya.

Menurut Cecep, hal ini bentuk kehadiran dan komitmen kementerian untuk bersama sama berjuang bangkit dari bencana. Menurut dia, tidak hanya bantuan secara materil namun bekal ilmu serta motivasi yang didapatkan para peserta.


Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Istimewa.

Baca Juga: 

Kemenekraf Tetapkan 64 IP Valuator, Dorong Kredit Ekraf Rp10 Triliun

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyebut Kementerian Ekraf telah banyak memberikan perhatian di Aceh. Sseperti bantuan motivasi dan alat berupa kompor bagi pelaku kuliner beberapa waktu lalu.

Area Micro & Pawning Manager (AMPM) Bank Syariah Indonesia (BSI) Jasrun sepakat dengan hal itu. Dia mengatakan pihaknya juga berkontribusi dalam mendampingi nasabah sejak musibah banjir melanda pada 26 November 2025.

"Termasuk memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran selama tiga bulan hingga Januari, yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing nasabah," kata Jasrun.

Dalam kesempatan itu, diberikan pemberian bantuan pasa masyarakat terdampak bencana. Yakni, bantuan senilai total Rp125 juta kepada 50 pelaku usaha ekonomi kreatif yang menjadi peserta. Masing-masing peserta menerima bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta beserta paket sembako.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)