Profil Singkat Facundo Tello. (Istimewa)
Profil Wasit dan Ofisial Pertandingan Prancis vs Maroko, Semua dari Argentina
Riza Aslam Khaeron • 9 July 2026 15:58
Jakarta: Setiap gelaran Piala Dunia hampir selalu diwarnai polemik seputar keadilan wasit yang memimpin pertandingan. Isu ini kembali memuncak selepas laga antara Mesir dan Argentina di babak 16 besar.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, beserta para pemainnya sangat terpukul setelah impian mereka mencetak sejarah di fase gugur kandas.
Mesir sempat memimpin 2-0 selama lebih dari 70 menit, sebelum akhirnya sang juara bertahan edisi 2022, Argentina, bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2.
"Wasit memihak dan tidak adil. Ketidakadilannya sangat nyata. Kami ditekan sejak awal laga dan dia jelas tidak ingin kami menang," ujar penyerang Mesir, Mostafa Zico, pencetak gol pada menit ke-67, dengan suara bergetar saat berbicara kepada wartawan usai laga.
Tudingan mengenai favoritisme FIFA terhadap Argentina sebenarnya sudah ramai diperbincangkan di media sosial bahkan sebelum laga melawan Mesir digelar. Sejumlah warganet kerap mempertanyakan jalur fase gugur Argentina yang dinilai relatif mudah.
Kapten Lionel Messi dan kawan-kawan memulai langkah dengan menghadapi tim debutan Tanjung Verde, sedangkan sang rival, Portugal yang dipimpin Cristiano Ronaldo, langsung bersua Kroasia, semifinalis Piala Dunia 2022 yang kala itu disingkirkan oleh Argentina.
Kini, sorotan pencinta sepak bola dunia tertuju pada jajaran wasit dan ofisial yang akan memimpin laga panas antara Prancis dan Maroko. Prancis merupakan finalis Piala Dunia 2022 sekaligus rival terbesar Argentina saat ini. Menariknya, seluruh pengadil lapangan yang ditugaskan untuk laga ini berasal dari Argentina.
Daftar Wasit dan Ofisial Prancis vs Maroko

Ilustrasi: X/@FIFAcom
Berdasarkan pengumuman resmi FIFA melalui platform X, berikut adalah susunan tim wasit dan ofisial yang akan memimpin jalannya laga Prancis vs Maroko pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB:
| Posisi | Nama | Negara |
|---|---|---|
| Wasit utama | Facundo Tello | Argentina |
| Asisten wasit 1 | Juan Pablo Belatti | Argentina |
| Asisten wasit 2 | Gabriel Chade | Argentina |
| Ofisial keempat | Darío Herrera | Argentina |
| Asisten wasit cadangan | Cristian Navarro | Argentina |
Profil Singkat Facundo Tello
Wasit bernama lengkap Facundo Raúl Tello Figueroa ini lahir di Bahía Blanca, Argentina, pada 4 Mei 1982. Tello mulai memimpin pertandingan di kasta tertinggi liga sepak bola Argentina sejak tahun 2013 dan resmi menyandang status sebagai wasit lisensi FIFA pada tahun 2019.Tello merupakan salah satu pengadil lapangan yang kenyang pengalaman di level internasional. Ia pernah bertugas di Piala Dunia 2022 di Qatar dan masuk dalam jajaran wasit Euro 2024 melalui program pertukaran wasit antara konfederasi CONMEBOL dan UEFA. Di Piala Dunia 2026, laga Prancis vs Maroko akan menjadi pertandingan keenam yang dipimpinnya sepanjang sejarah keikutsertaannya di turnamen akbar ini.
Sosok Tello sebenarnya tidak asing bagi tim nasional Maroko. Ia adalah wasit yang memimpin laga perempat final Piala Dunia 2022 ketika skuad Singa Atlas menang tipis 1-0 atas Portugal, sebuah kemenangan bersejarah yang mengantarkan Maroko menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia.
Dalam laga tersebut, Tello sempat mengeluarkan kartu merah untuk pemain Maroko, Walid Cheddira, pada masa injury time. Pada Piala Dunia 2026, Tello tercatat telah memimpin dua pertandingan, yaitu Kanada vs Bosnia-Herzegovina dan Afrika Selatan vs Korea Selatan.
Dari kedua laga tersebut, ia mengeluarkan lima kartu kuning pada laga Kanada vs Bosnia-Herzegovina serta dua kartu kuning pada laga Afrika Selatan vs Korea Selatan.
| Baca Juga: Buntut Kalah Dramatis, Mesir Minta FIFA Selidiki Seluruh Wasit Pertandingan Argentina |
Teori Konspirasi Favoritisme FIFA Terhadap Argentina

Infantino memberikan penghargaan The Best FIFA Men's Player. (Youtube/@FIFA)
Teori konspirasi yang beredar luas di media sosial saat ini berpusat pada tuduhan adanya perlakuan istimewa terhadap salah satu pemain paling bernilai di dunia beserta negaranya. Muncul berbagai klaim sepihak yang menuduh bahwa jalannya Piala Dunia telah "diatur" demi kemenangan tim nasional Argentina yang dipimpin oleh Lionel Messi.
Meskipun tidak ada bukti konkret yang mendukung tuduhan tersebut, spekulasi liar di kalangan penggemar sepak bola tetap tidak terbendung, terutama mengenai upaya Argentina dalam mempertahankan gelar juara dunia mereka.
Dalam konteks Prancis vs Maroko, warganet mencurigai adanya skema tersembunyi untuk mendukung gugurnya Prancis dalam laga melawan Maroko dengan bantuan wasit dari Argentina.
Pengumuman resmi di platform X mengenai penunjukan wasit dan ofisial asal Argentina untuk laga Prancis vs Maroko ini pun langsung memicu kontroversi. Hingga berita ini disusun, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 39 juta kali dan dipenuhi komentar bernada curiga dari warganet.
"Semua wasit dari Argentina untuk pertandingan Prancis? FIFA benar-benar melakukan segala cara untuk mengatur Piala Dunia demi Argentina sekali lagi," tulis salah satu pengguna di kolom komentar akun resmi @FIFAcom.
Kecurigaan publik kian diperparah oleh sikap dari pihak Mesir dan Pelatih Hassan yang terus mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap kinerja wasit di laga-laga yang melibatkan Argentina.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara bertahan agar tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh," ujar Hassan usai pertandingan, seperti dikutip dari ANTARA.
Tuduhan mengenai adanya keberpihakan FIFA terhadap Messi dan Argentina sebenarnya bukanlah narasi baru. Pada edisi 2022 lalu, perjalanan Argentina menuju tangga juara juga diwarnai laga perempat final yang penuh tensi tinggi melawan Belanda asuhan Louis van Gaal, yang akhirnya dimenangi Argentina lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2.
Lebih dari setahun setelah laga tersebut, dalam acara penghargaan Eredivisie pada September 2023, Van Gaal secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa kemenangan Argentina dan Messi sudah diatur sejak awal.
"Ketika melihat bagaimana cara Argentina mencetak gol, bagaimana kami mencetak gol, dan bagaimana beberapa pemain Argentina bertindak melewati batas tanpa dijatuhi hukuman, ya, saya rasa semua itu memang sudah direncanakan sebelumnya," ungkap Van Gaal kala itu.
Kombinasi dari berbagai kontroversi masa lalu, termasuk insiden gol tangan tuhan (Hand of God) oleh Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, terus merawat dan menyuburkan teori konspirasi seputar keberpihakan FIFA terhadap Argentina hingga saat ini.