Qodari Tegaskan Belum Ada Pernyataan Resmi soal Kunjungan Prabowo ke Italia

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari. Dok. Tangkapan Layar

Qodari Tegaskan Belum Ada Pernyataan Resmi soal Kunjungan Prabowo ke Italia

Achmad Zulfikar Fazli • 31 May 2026 16:01

Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, meluruskan informasi yang beredar soal rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Italia. Dia menegaskan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait rencana kunjungan kenegaraan tersebut.

“Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI Presiden akan ke Italia,” tegas Qodari dalam Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia, Auditorium, Lt 3 Wisma Danantara, Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Dia menjelaskan jadwal resmi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo saat ini hanya ke Prancis pada 26-30 Mei 2026. Bila dalam perjalanannya ada rencana kunjungan tersebut, dia mengatakan hal tersebut baru sebatas rencana hingga ada penyampaian resmi dari pemerintah.


Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto- Dok. BPMI Sekretariat Presiden

Baca Juga: 

Prabowo: Hubungan Indonesia-Prancis Berada di Tingkat Terbaik

Terkait kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis, Qodari menyampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono sudah menyampaikan hal ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025. Presiden Prabowo juga menargetkan sejumlah kerja sama saat berkunjung ke Prancis, di antaranya bidang ketahanan.

“Kita tahu pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Prancis, karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut,” ujar dia.

Kemudian, Presiden Prabowo mendorong keria sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor sains teknologi, engineering dan matematik (STEM). Lalu, membahas kerja sama mengenai energi dan penempatan mineral kritis.

“Sehingga apa yang dilakukan (Presiden Prabowo ke Prancis) adalah beyond procrutment, jadi tidak sebatas membeli saja tapi transfer teknologi,” ujar dia.

(Achmad Zulfikar Fazli)