Raih Top Regency in Urban Innovation, Berikut Sejarah dan Profil Kabupaten Tangerang

Ilustrasi lambang Kabupaten Tangerang. Dok Website tangerangkab.go.id

Raih Top Regency in Urban Innovation, Berikut Sejarah dan Profil Kabupaten Tangerang

Achmad Zulfikar Fazli • 28 April 2026 10:26

Jakarta: Kabupaten Tangerang, Banten, meraih penghargaan prestisius di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Pemkab Tangerang menjadi kabupaten terbaik dalam inovasi perkotaan (Top Regency in Urban Innovation).

Penghargaan ini diraih Pemkab Tangerang dalam ajang National Governance Award 2026 untuk kategori pertumbuhan ekonomi yang digelar Metro TV di Jakarta, Jumat, 24 April 2026. Dalam kesempatan itu, Maesyal Rasyid menegaskan komitmennya untuk terus memacu inovasi di sektor ekonomi dan pendidikan.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, Pemkab Tangerang memprioritaskan reformasi birokrasi di sektor perizinan investasi. Dia memaparkan percepatan, kemudahan, dan transparansi layanan perizinan menjadi kunci utama daerah untuk menarik minat penanam modal.

"Dengan perizinan yang lebih mudah, hal tersebut membuka peluang investasi. Investasi yang hadir berarti juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, yang bermuara pada turunnya angka pengangguran dan kemiskinan," kata Maesyal pada acara National Governance Award 2026 di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Dia mengatakan Pemkab Tangerang juga terus berupaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pajak dan industri untuk mendanai pembangunan di Kabupaten Tangerang.

Investasi SDM Melalui Ekspansi Beasiswa

Tidak hanya berfokus pada infrastruktur ekonomi, Maesyal mengatakan Pemkab Tangerang menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Pemkab tengah memperluas cakupan program pendidikan dasar dengan memberikan fasilitas sekolah gratis secara bertahap bagi siswa tingkat SD dan SMP, termasuk untuk instansi pendidikan swasta.

Akselerasi SDM juga menyentuh jenjang pendidikan tinggi. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah meluncurkan program beasiswa penuh bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. 

Tercatat pada 2025, Pemkab Tangerang sukses menguliahkan 325 anak secara gratis ke berbagai perguruan tinggi bergengsi di dalam dan luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar Kairo, Swiss German University, IPB University, hingga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Baca Juga: 

Raih National Governance Award 2026, Bupati Tangerang Komitmen Akselerasi Investasi dan SDM Unggul



Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid. Foto: Richard Alkhalik
 

Berikut Profil dan Sejarah Kabupaten Tangerang:

Hari jadi Kabupaten Tangerang ditetapkan pada 27 Desember 1943 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 1984 tanggal 25 Oktober 1984. Seiring dengan pemekaran wilayah dengan terbentuknya pemerintah Kota Tangerang pada 27 Februari 1993 berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1993, pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang pindah ke Tigaraksa.

Pemindahan pusat pemerintahan ke Tigaraksa dinilai strategis, karena menggugah kembali cita-cita dan semangat para pendiri untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang bebas dari belenggu penjajahan (kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan) menuju masyarakat yang mandiri, maju dan sejahtera.

Letak Geografis

Secara geografis, letak Kabupaten Tangerang merupakan bagian dari wilayah administratif Provinsi Banten yang berada antara 6 '0  – 6 '20 Lintang Selatan dan 106 '20- 106 '43 Bujur Timur .

Kabupaten Tangerang memiliki wilayah yang cukup luas, terdiri dari 29 kecamatan, 28 kelurahan dan 246 desa dengan luas mencapai 95.961 Ha atau 959,61 km². Wilayah administrasi Kabupaten Tangerang sendiri berbatasan dengan beberapa Kabupaten/Kota dan bentangan laut yang ada disekitarnya, yaitu:

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa

  2. Sebelah timur berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan DKI Jakarta.

  3. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor

  4. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.

Jarak antara Kabupaten Tangerang dengan DKI Jakarta hanya sekitar 30 kilometer, yang bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam. Kedua wilayah tersebut (Tangerang dan DKI Jakarta), dihubungkan dengan jalur lalu lintas darat bebas hambatan, yaitu Jalan Tol Jakarta – Merak yang merupakan jalur utama lalu lintas perekonomian antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kecamatan dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Rajeg seluas 53,7 Km² atau 5,6% dari luas wilayah Kabupaten Tangerang, sedangkan wilayah terkecil adalah Kecamatan Sepatan dengan luas hanya 17,32 Km² atau 1,8%.

Di Tangerang, terdapat sejumlah sungai besar dan kecil yang mengalir dari selatan  ke arah utara sesuai arah penurunan permukaan tanah. Sungai-sungai yang terdapat di Tangerang ialah; Cisadane, Cidurian Cimanceuri, Cirarab, Kali Angke,  dan Pesanggarahan. Selain itu, terdapat sejumlah situ atau danau kecil, yaitu; Situ Cipondoh, Situ Kelapa Dua, Situ Pamulang, Situ Gintung, Situ Garukgak, dan Situ Patrasana.

Kabupaten Tangerang saat ini dipimpin oleh Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah. Keduanya memiliki lima program unggulan. Sebagai berikut:

1. PRIMA ( Pemerintah, Inovativ, Maju & Samrt)

-Pembangunan Sarana Drive Thru Layanan Kependudukan di kecamatan (Digitalisasi kependudukan di kecamatan),
-Penyelenggaraan Command Center Data Terpadu,
-Penyediaan Mobil Training Unit (MTU),
-Pembangunan Gedung diorama,
-Pembangunan Pusat Inovasi Pemuda.

2. PROSPEK (Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan, dan Daerah)

-Pembangunan Kawasan Ekonomi Kreatif di setiap kecamatan, Pusat Pengembangan Pemberdayaan UMKM dan IKM
-Pembangunan Desa Mandiri Pangan (Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Perikanan) pada 25 Desa
-Penanganan Kolaborasi pengentasan kemiskinan di 50 desa
-Penyelenggaraan Pasar Murah Setiap Kecamatan per Triwulan
-Pembangunan dan Pengembangan Pusat Inovasi dan Teknologi serta Kewirausahaan (Tangerang Tekno Park)

3. TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat)

-Pencegahan dan penanganan Balita Stunting melalui pemberian makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui;
-Penambahan Sarana-Prasarana dan Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan pada RSUD, Puskesmas, posyandu dan pustu bagi balita, ibu hamil, remaja dan lansia;
-Pembangunan Sarana Sanitasi dan Air Bersih;
-Penyelengaraan Layanan kesehatan berbasis virtual;
-Penyediaan ambulance dan sarana Prasarana pendukung bagi desa dan kelurahan

4. SETARA (Sekolah Terpadu Ramah Anak)

-Pembangunan Perpustakaan Modern di kecamatan
-Pembangunan Trauma Healing Centre dan Pembangunan sentra Olahraga Kabupaten
-Pembangunan Sekolah Inklusif dan Boarding School untuk Tingkat SMP dan Asrama Pondok Pesantren (ASPONTREN)
-Pembangunan Pusat Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan
-Pemberian Beasiswa bagi siswa Kurang Mampu jenjang Perguruan Tinggi dan Subsidi dana Pendidikan ke Sekolah Swasta

5. SELARAS (Sistem Lingkungan Yang Aman, Ramah & Berkesinambungan)

-Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Pembangunan Kawasan Permukiman Baru di Pesisir serta Pembangunan Pusat Riset Mangrove skala Nasional di Kecamatan Kemeri
-Pengelolaan dan Pengolahan sampah secara terpadu dari hulu ke hilir
-Revitalisasi Drainase pada ruas jalan Strategis Kabupaten, Pembangunan Jalan Baru, Pembangunan Jalan Penghubung antar Kawasan Perumahan dan permukiman, serta Penyediaan angkutan Sekolah dan angkutan publik yang disubsidi oleh pemerintah daerah
-Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta Pencegahan dan penanganan pencemaran lingkungan.
-Pembangunan Kolam Retensi/Polder/Bendung/Tandon Pengendali Banjir, Penyediaan Air Baku, Sekaligus Kawasan Wisata Baru.

 

Berikut Profil Bupati Maesyal Rasyid:

Dilansir dari berbagai sumber, Mochamad Maesyal Rasyid lahir di Tangerang pada 17 Mei 1965. Maesyal Rasyid tumbuh dari seorang birokrat. Terakhir, dia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang periode 2017–2024.

Riwayat pekerjaan:

  1. Camat Balaraja (2000)

  2. Camat Tigaraksa (2001)

  3. Camat Kosambi (2003)

  4. Camat Curug (2006)

  5. KaBag Bina Pemerintahan Umum Kab. Tangerang (2008)

  6. Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kab. Tangerang (2009)

  7. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Tangerang (2010)

  8. Kepala Badan Perijinan Pelayanan Terpadu Kab. Tangerang (2011)

  9. Ast. Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Tangerang (2013)

  10. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kab. Tangerang (2014)

  11. Sekretaris Daerah Kab. Tangerang (2017).

Latar belakang pendidikan:

  1. D3 APDN 1986

  2. S1 Universitas Islam Syekh Yusuf Tahun 1993

  3. S2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala INRS Tahun 2002

  4. S3 Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia Tahun 2016.

Dia juga aktif dalam sejumlah organisasi hingga menjadi DKM masjid. Dia pernah menjadi Ketua DPK KORPRI Kab. Tangerang, Ketua KWARCAB PAW Gerakan Pramuka Kab. Tangerang, Ketua Umum LPTQ Kab. Tangerang, Ketua Dewan Kehormatan PMI Kab. Tangerang, Dewan Pembina ASKAB PSSI Kab. Tangerang, Dewan Penasehat KNPI Kab. Tangerang, Dewan Penyantun KONI Kab. Tangerang, serta Ketua Umum DKM Masjid Al Amjad Kab. Tangerang.

Maesyal Rasyid baru terjun ke politik pada 2024 menjadi kader Partai Gerindra. Pada Pemilu 2024, Maesyal Rasyid diusung menjadi calon bupati bersama wakilnya, Intan Nurul Hikmah.

Maesyal dan Intan diusung enam partai politik, yakni Gerindra, NasDem, PKS, PKB, PAN, dan Golkar. Mereka berhasil unggul dengan meraih 995.486 suara atau 65,14% dari total suara sah dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)