Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Bangkit Usai Koreksi, Peluang Naik Lagi?
Eko Nordiansyah • 22 April 2026 12:35
Jakarta: Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, diperkirakan kembali menunjukkan penguatan setelah sempat mengalami koreksi dalam beberapa sesi sebelumnya. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, pergerakan XAU/USD saat ini masih berada dalam tren utama yang cenderung naik, meskipun sempat mengalami tekanan jangka pendek sebagai bagian dari fase penyesuaian pasar.
Secara teknikal, ia mengatakan, harga emas pada time frame harian sebelumnya terlihat bergerak turun dan menyentuh area support di kisaran USD4.666. Penurunan tersebut dinilai sebagai bagian dari pembentukan secondary trend atau koreksi sementara, setelah kenaikan yang cukup signifikan pada periode sebelumnya.
"Namun, setelah menyentuh level tersebut, harga kembali menunjukkan penguatan yang cukup solid," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 April 2026.
Kondisi ini menjadi sinyal tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali muncul di pasar. Dalam banyak kasus, pergerakan seperti ini mencerminkan tren utama masih tetap terjaga, dengan koreksi hanya bersifat sementara sebelum harga melanjutkan arah sebelumnya.
Menurut Geraldo, selama harga emas tidak menembus dan ditutup di bawah level support penting di area USD4.607, maka struktur tren bullish masih tetap valid. Level tersebut menjadi batas krusial yang menentukan apakah tren naik akan berlanjut atau justru berbalik arah.
Dengan kondisi tersebut, harga emas saat ini dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level USD4.822. Area ini menjadi target jangka pendek yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat.
"Jika momentum penguatan terus berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan harga akan mencoba menembus level tersebut untuk membuka ruang kenaikan yang lebih tinggi," ungkap dia.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Bapebbti)
Dukungan penguatan harga emas
Dari sisi fundamental, penguatan harga emas juga didukung oleh meningkatnya kembali permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian global yang masih berlangsung, baik dari sisi geopolitik maupun kondisi ekonomi, membuat investor tetap mencari instrumen yang dianggap aman, seperti emas.Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memberikan dorongan positif. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan yang lebih longgar, termasuk kemungkinan menahan kenaikan suku bunga atau bahkan menurunkannya dalam jangka menengah.
"Kondisi ini membuat emas semakin menarik, mengingat sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil," kata dia.
Di sisi lain, pergerakan dolar Amerika Serikat yang cenderung melemah setelah sebelumnya menguat turut memberikan ruang bagi harga emas untuk naik. Hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas membuat pelemahan dolar biasanya diikuti oleh kenaikan harga emas.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor tambahan yang mendukung pergerakan emas. Ketika yield menurun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga minat investor terhadap logam mulia meningkat.
"Koreksi yang terjadi sebelumnya juga dapat dipahami sebagai aksi ambil untung oleh pelaku pasar setelah harga mengalami kenaikan yang cukup tajam. Selama tidak ada perubahan signifikan pada faktor fundamental, koreksi semacam ini biasanya bersifat sementara dan menjadi bagian dari dinamika pasar yang sehat," ujar Geraldo.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat tren utama harga emas masih berada dalam jalur kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka, dengan target terdekat di USD4.822.
"Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta pergerakan harga di level-level penting. Dengan volatilitas yang masih cukup tinggi, pendekatan yang hati-hati dan berbasis analisis menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar emas saat ini," kata dia.