Mahasiswa Asal Kampar Tewas Tenggelam saat Tangkap Ikan di Waduk Unri

Tim SAR gabungan membawa mahasiswa korban tenggelam di Waduk Universitas Riau usai ditemukan. ANTARA/HO-Basarnas Pekanbaru

Mahasiswa Asal Kampar Tewas Tenggelam saat Tangkap Ikan di Waduk Unri

Silvana Febiari • 5 June 2026 15:34

Pekanbaru: Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan mengevakuasi seorang mahasiswa asal Kabupaten Kampar yang dilaporkan tenggelam di Waduk Universitas Riau (Unri), Kota Pekanbaru. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahya mengatakan korban bernama Daffa (20), mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri. Dia ditemukan meninggal dunia pada Jumat dini hari, 5 Juni 2026. 

"Kita menerima laporan kejadian tersebut pada Kamis (4 Juni) dari petugas keamanan Universitas Riau. Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama dua rekannya sedang menyelam dan menangkap ikan di waduk tersebut," kata Budi, dilansir dari Antara
 


Saat kedua rekannya berhasil naik ke permukaan, korban tidak kunjung muncul, sehingga rekan-rekannya melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak menemukan korban. Menindaklanjuti laporan itu, tim yang berjumlah delapan personel diberangkatkan menuju lokasi.

Tiba di lokasi, Basarnas segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum melakukan penyelaman serta pencarian di sekitar lokasi kejadian. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, pada pukul 02.10 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia mengapung di permukaan waduk.

"Akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 02.10 WIB setelah tim SAR gabungan melakukan penyelaman di lokasi kejadian. Jenazah ditemukan sekitar 43 meter dari titik perkiraan korban tenggelam," ucapnya.


Ilustrasi korban tenggelam. (Metrotvnews.com)


Setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Universitas Riau untuk penanganan lebih lanjut. Pihaknya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

"Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras, sehingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

(Silvana Febiari)