182 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel hingga 1 Juni  2026

Petugas Manggala Agni memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/Balai Darkarhut

182 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel hingga 1 Juni 2026

Lukman Diah Sari • 2 June 2026 13:25

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 108 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Januari hingga 1 Juni 2026. Total luas lahan terbakar mencapai 182,54 hektare.

“Sepanjang periode tersebut terdapat 108 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 182,54 hektare,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Selasa, 2 Juni 2026, melansir Antara.

Berdasarkan sebaran kejadian, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir menjadi daerah dengan kasus tertinggi yakni 34 kejadian. Kasus tersebut paling banyak terjadi di Kecamatan Abab sebanyak 12 kejadian, disusul Talang Ubi sembilan kejadian, Penukal delapan kejadian, Tanah Abang tiga kejadian, dan Penukal Utara dua kejadian.

Kemudian, Kabupaten Muara Enim dengan 17 kejadian yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Gelumbang lima kejadian, Lembak empat kejadian, Kelekar dua kejadian, Rambang Niru dua kejadian, Lubai dua kejadian, serta Rambang dan Gunung Megang masing-masing satu kejadian.

Lalu Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 11 kejadian, diikuti Kabupaten Musi Rawas Utara sebanyak 10 kejadian, serta Kabupaten Ogan Ilir sebanyak sembilan kejadian. Selanjutnya Kota Palembang mencatat enam kejadian, sedangkan Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu, dan Kota Prabumulih masing-masing mencatat lima kejadian.

Kabupaten Musi Rawas mencatat empat kejadian, sementara Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Ogan Komering Ilir masing-masing mencatat satu kejadian. Ia mengatakan sebagian besar wilayah di Sumatra Selatan masih berada pada kategori rawan kebakaran, sehingga upaya pencegahan perlu diperkuat.

Dalkarhut Sumatra berusaha memadamkan api karhutla. (MI/RK)

Dalam upaya penanggulangan, Subsatgas Udara Sumsel telah melakukan operasi water bombing (bom air) di sejumlah titik api di wilayah Ogan Komering Ulu )OKU), Ogan Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Hasil pemantauan menunjukkan titik api telah berhasil dipadamkan.

Kemudian di Kota Prabumulih, tim gabungan juga melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Gunung Ibul Selatan, Kecamatan Prabumulih Timur dengan luas terdampak sekitar 100 meter persegi. Sementara itu petugas Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat melakukan pengecekan titik api di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, dan memastikan api telah padam.

BPBD Sumsel menyiagakan sarana udara di Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II yang terdiri dari pesawat patroli Cessna, helikopter patroli, dan dua helikopter pengebom air. Pihaknya juga mengimbau pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya pencegahan karhutla menjelang musim kemarau.

(Lukman Diah Sari)