Trump Sebut Pilot Helikopter Apache yang Jatuh di Selat Hormuz Tidak Terluka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Sebut Pilot Helikopter Apache yang Jatuh di Selat Hormuz Tidak Terluka

Muhammad Reyhansyah • 9 June 2026 15:49

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan dua pilot helikopter serang Apache yang jatuh di dekat Selat Hormuz selamat dan tidak mengalami luka. 

Berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, pada Senin malam, 8 Juni 2026, Trump mengatakan kondisi kedua pilot dalam keadaan baik.

“Pilotnya baik-baik saja. Tidak ada yang terluka. Kami akan mengeluarkan laporan besok, tetapi para pilot baik-baik saja,” ujar Trump, dikutip dari AsiaOne, Selasa, 9 Juni 2026.

Hingga kini, penyebab jatuhnya helikopter tersebut masih belum diketahui.

Laporan pertama mengenai insiden itu muncul melalui The New York Times yang menyebut sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di sekitar Selat Hormuz dalam keadaan yang belum dapat dijelaskan.

Media pemerintah Iran juga mengakui terjadinya insiden tersebut dengan mengutip laporan media asing, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) dan Departemen Pertahanan AS belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecelakaan tersebut.

Terjadi di Tengah Ketegangan Kawasan

Insiden itu terjadi ketika Timur Tengah masih diliputi ketegangan menyusul saling serang antara Iran dan Israel sehari sebelumnya. Konfrontasi terbaru tersebut menjadi ujian terbesar bagi gencatan senjata yang rapuh dalam konflik Iran dan Israel yang masih berlangsung sejak akhir Februari.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, konflik telah memicu gejolak ekonomi global, mendorong kenaikan harga energi, serta meningkatkan biaya berbagai kebutuhan pokok di banyak negara.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada April, berbagai upaya diplomatik untuk mengubahnya menjadi kesepakatan damai permanen sejauh ini belum membuahkan hasil.

Dalam konflik tersebut, helikopter Apache menjadi salah satu aset penting militer Amerika Serikat.

Selain digunakan untuk mendukung operasi pengawasan dan penegakan blokade terhadap pengiriman minyak Iran, Apache juga dimanfaatkan oleh Uni Emirat Arab untuk mencegat pesawat nirawak Iran selama perang berlangsung.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi dunia dan menjadi salah satu titik paling sensitif dalam ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat.

(Fajar Nugraha)