Proses penyelamatan pendaki asal Malang yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintas di jalur tak resmi kawasan Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metrotvnews.com/ Daviq
Kronologis Tiga Pendaki Terjebak di Jalur Tidak Resmi Lereng Semeru
Daviq Umar Al Faruq • 6 June 2026 18:49
Malang: Jalur ilegal Purbakala di lereng Gunung Semeru kembali menelan korban. Tiga pendaki asal Malang terjebak di medan curam setelah salah satu di antaranya terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintas di jalur tidak resmi di kawasan Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan ketiga pendaki tetap melanjutkan perjalanan meski telah diperingatkan soal risiko jalur tersebut. Mereka juga diketahui mendaki tanpa pemandu.
“Korban bersama dua rekannya diketahui melakukan pendakian melalui jalur Purbakala yang merupakan jalur tidak resmi. Sebelum berangkat mereka sudah diingatkan terkait medan yang sulit dan berbahaya, namun tetap melanjutkan perjalanan,” ujar Bambang, Sabtu, 6 Juni 2026.
Insiden ini pertama kali diketahui pihak keluarga setelah korban tidak dapat dihubungi sejak perjalanan pendakian berlangsung. Keluarga kemudian mendapat informasi dari rekan korban bahwa salah satu pendaki terjatuh ke jurang pada Senin, 1 Juni 2026.
Sebelum komunikasi terputus, korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhir yang kemudian menjadi acuan tim gabungan dalam proses pencarian.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, hingga tenaga kesehatan langsung dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian berlangsung sulit karena medan terjal, berbatu, dan minim akses.
Bambang menjelaskan proses evakuasi dilakukan bertahap menggunakan sistem tali karena kondisi medan yang ekstrem. Tim penyelamat membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai dasar jurang.
“Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi medan sangat ekstrem. Tim harus berjalan berjam-jam untuk mencapai lokasi korban dan menggunakan sistem tali untuk proses pengangkatan,” jelasnya.

Proses penyelamatan pendaki asal Malang yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintas di jalur tak resmi kawasan Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metrotvnews.com/ Daviq
Dalam operasi tersebut, dua pendaki berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi selamat dan langsung mendapat penanganan medis. Sementara satu korban lainnya mengalami patah kaki dan memerlukan evakuasi lanjutan.
Pada Jumat, 5 Juni 2026, tim gabungan kembali melakukan evakuasi hingga korban berhasil diangkat dari dasar jurang dan dibawa ke Pos Tamanbali, Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading.
“Korban yang mengalami patah kaki berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit,” ujar Bambang.
Polres Malang mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalur ilegal menuju Gunung Semeru. Selain tanpa pengawasan resmi, jalur tersebut memiliki medan ekstrem yang sangat berbahaya.
“Kami mengingatkan para pendaki untuk selalu menggunakan jalur resmi, mematuhi aturan yang berlaku, dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.