Takut Gempa Susulan, 19 Puskesmas di NTT Belum Beroperasi

Petugas kesehatan memberikan perawatan kepada warga di posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Takut Gempa Susulan, 19 Puskesmas di NTT Belum Beroperasi

Silvana Febiari • 26 August 2026 14:32

Nagekeo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 19 puskesmas di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum dapat beroperasi secara penuh pasca-gempa magnitudo 7,7. Kondisi tersebut  dipicu kekhawatiran tenaga kesehatan dan masyarakat terhadap gempa susulan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, bangunan sebagian besar puskesmas tersebut tidak mengalami kerusakan berat. Namun, masyarakat masih takut menjalani perawatan di dalam gedung.

"Saat ini untuk kesehatan hanya tinggal 19 puskesmas yang belum beroperasi penuh. Puskesmas-puskesmas ini rata-rata karena ketakutan akibat gempa susulan, bangunannya tidak terlalu rusak tetapi masyarakat takut untuk dirawat di dalam," kata Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) di Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana, di Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026. 


Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, BNPB mendirikan tenda di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 122 tenda telah disiapkan di depan puskesmas agar pelayanan dapat dilakukan di ruang terbuka.

Selain itu, dukungan layanan kesehatan juga datang dari TNI Angkatan Laut melalui kapal rumah sakit. Dua kapal rumah sakit telah dikerahkan ke wilayah terdampak gempa.

"KRI dr Soeharso ini sudah melaksanakan kegiatan di Kabupaten Manggarai, kemudian Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) ini sudah melaksanakan kegiatan di Manggarai Timur," ungkap Suharyanto. 


Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) di Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana. (Dokumentasi/ Metro TV)


Suharyanto juga menyebut terdapat dua rumah sakit yang terdampak cukup parah sehingga tidak dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan seperti biasa.

"Sudah kami datangkan rumah sakit lapangan, yaitu di Nagekeo dan Ruteng," ujarnya.

(Silvana Febiari)