Pelatihan Kewirausahaan Perempuan Dorong Kemandirian Ekonomi

Program Workshop Perempuan Berdaya. Foto: Dok. Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Pelatihan Kewirausahaan Perempuan Dorong Kemandirian Ekonomi

Putri Anisa Yuliani • 28 August 2026 22:50

Bogor: Perempuan didorong untuk berani mengambil langkah nyata dalam membangun usaha mandiri. Program pemberdayaan masyarakat menjadi opsi untuk menggali keberanian mengeksekusi ide usaha menjadi peluang ekonomi.

"Semangat kewirausahaan itu tumbuh ketika kita berani memulai, berani mencoba, dan tidak takut menghadapi tantangan. Pelatihan akan semakin bermakna ketika ilmu yang didapat langsung dipraktikkan menjadi produk yang bisa dijual," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Salahuddin Uno melalui keterangan tertulis dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 28 Agustus 2026.

Program Workshop Perempuan Berdaya yang digelar YIS di Ciawi, Kabupaten Bogor, dan Depok, Jawa Barat, pun telah membuahkan hasil konkret. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan mengolah makanan beku (frozen food), tetapi juga langsung meraup ratusan hingga ribuan pesanan produk (pre-order).

Dalam pelatihan di Ciawi pada 13 Agustus 2026, sebanyak 20 peserta sukses memperoleh pesanan hingga 2.090 pcs. Peserta atas nama Rahmawati mencatat pemesanan tertinggi sebanyak 231 pcs dengan potensi omzet Rp1,15 juta, disusul Vera dengan 186 pcs berpotensi mengantongi Rp930 ribu.

Keberhasilan serupa juga terulang pada pelatihan di Depok pada 19 Agustus 2026. Denny Rahayu mencetak pesanan terbanyak hingga 245 pcs dengan potensi pendapatan Rp1,96 juta, sementara Melly mengumpulkan pesanan 210 pcs dengan potensi omzet Rp1,68 juta.


Program Workshop Perempuan Berdaya. Foto: Dok. Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Sandiaga menambahkan, pengalaman mengelola pesanan awal ini merupakan modal berharga bagi para peserta untuk memahami alur bisnis. Termasuk menjaga kuaalitas produk serta membangun kepercayaan konsumen.

"Jangan melihat pesanan pertama sebagai akhir, tetapi sebagai awal perjalanan. Dari satu pesanan, bisa tumbuh menjadi puluhan, ratusan, bahkan usaha yang lebih besar. Yang penting konsisten, kreatif, dan terus belajar," kata Sandiaga.

(Gabriella Thesa Widiari)