Ilustrasi aktivitas perdagangan barang ekspor-impor di AS. Foto: stc.co.id
Capai USD1,24 Triliun, Defisit Perdagangan AS 2025 Cetak Rekor Tertinggi
Husen Miftahudin • 20 February 2026 09:07
New York: Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan, Amerika Serikat (AS) mencatatkan defisit perdagangan barang sebesar USD1,24 triliun sepanjang 2025, naik 2,1 persen dari tahun sebelumnya.
Mengutip Xinhua, Jumat, 20 Februari 2026, statistik menunjukkan ekspor dan impor barang tahunan AS masing-masing mencapai USD2,19 triliun dan USD3,43 triliun pada 2025.
Di antara mitra dagang utama, defisit perdagangan barang AS dengan Uni Eropa turun sebesar USD17,12 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara defisit perdagangan AS dengan Meksiko dan Vietnam meningkat masing-masing sebesar USD25,42 miliar dan USD54,73 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut data tersebut, AS mencatatkan surplus perdagangan jasa sebesar USD339,47 miliar pada 2025, meningkat USD27,6 miliar atau 8,85 persen dari tahun sebelumnya.
"Defisit pada 2025 menunjukkan betapa kecilnya pengaruh tarif, untuk saat ini, terhadap tingkat defisit secara keseluruhan. Sementara hal itu mendistorsi arus perdagangan bulanan karena bisnis Amerika beradaptasi dengan perubahan tarif," kata Eugenio Aleman, kepala ekonom di Raymond James.
| Baca juga: The Fed Diprediksi 2 Kali Pangkas Suku Bunga Tahun Ini |

(Ilustrasi aktivitas perdagangan internasional. Foto: Medcom.id)
Trump janji segera pangkas defisit perdagangan
Tarif tersebut secara signifikan mengganggu perdagangan dan tingkat tarif efektif di AS yang mencapai 7,7 persen untuk 2025, tingkat tertinggi sejak 1947, kata Erica York, wakil presiden kebijakan pajak federal di Tax Foundation.
"Terlepas dari semua gangguan dalam waktu dan pola, neraca perdagangan secara keseluruhan pada dasarnya tidak berubah. Kita juga tidak seharusnya mengharapkan hal itu terjadi di masa mendatang," kata York.
Pemerintahan Trump mengklaim tarif akan membantu mengembalikan lapangan kerja di sektor manufaktur dan mengurangi defisit perdagangan AS seiring dengan pemberlakuan tarif tambahan pada sebagian besar mitra dagangnya pada 2025.