Peluncuran program Training of Trainers: Shopee Affiliate oleh Kemenaker bersama Shopee. Foto: dok Shopee.
Perkuat Kompetensi Digital, Kemenaker Dorong Pemanfaatan Skema Affiliate di E-commerce
Husen Miftahudin • 18 February 2026 14:48
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Shopee Indonesia berkolaborasi untuk memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia dengan meluncurkan program Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital, khususnya dalam pemanfaatan platform e-commerce sebagai sumber peluang ekonomi.
ToT Shopee Affiliate dikhususkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi digital, khususnya pada pengembangan keterampilan pemasaran digital dan pemanfaatan skema affiliate di ekosistem e-commerce.
Program Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP) ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemenaker yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Para instruktur tersebut akan mengikuti pelatihan yang dibawakan oleh para trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh BNSP. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, pada 11–13 Februari 2026, dan dilengkapi dengan materi pembelajaran yang komprehensif.
Melalui program ini, para peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan seputar ekosistem affiliate marketing agar dapat mengimplementasikan pelatihan serupa di balai vokasi dan menjangkau peserta di daerah masing-masing.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Menurut dia, program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
"Transformasi dunia kerja menuntut kita untuk terus beradaptasi. Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital," ujar Yassierli, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.
| Baca juga: Sederet Tantangan E-Commerce Lintas Batas, Pajak hingga Regulasi |
Dorong penciptaan lapangan kerja
Tak hanya itu, melalui pelatihan ini, para instruktur balai vokasi tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai affiliate marketing, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan ini kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja, agar dapat membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru secara mandiri.
"Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ini menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional. Kami berharap program ini dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan," tambah Yassierli.
Kemenaker berharap kolaborasi ini membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia. Ke depan, para instruktur yang telah mengikuti Training of Trainers Shopee Affiliate ini akan menjadi penggerak dalam pengembangan pelatihan di berbagai balai vokasi di daerah.

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Dukung pengembangan talenta digital hingga ke daerah
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan, lewat program ini Shopee tidak hanya berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di ekosistem affiliate, tetapi juga mendukung peran balai vokasi sebagai pusat pengembangan talenta digital hingga ke daerah-daerah.
"Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini," ungkap dia.
Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah," jelas Radynal menambahkan.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Shopee, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir 2026 yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Target ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program ke lebih banyak balai pelatihan vokasi di berbagai daerah, sekaligus mempercepat proses penguatan kapasitas instruktur agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelatihan keterampilan digital secara berkelanjutan.