BPBD Lebak Ingatkan Warga Pesisir Selatan Siaga Ancaman Megathrust

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. ANTARA/Mansur

BPBD Lebak Ingatkan Warga Pesisir Selatan Siaga Ancaman Megathrust

Silvana Febiari • 17 August 2026 09:19

Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan bencana. Imbauan ini disampaikan usai gempa kuat mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Lebak bagian daerah potensi yang rentan terhadap gempa dan tsunami, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan," kata Kepala BPBD Lebak Sukanta, dilansir dari Antara, Senin, 17 Agustus 2026.

Potensi gempa megathrust dan tsunami di pesisir selatan Kabupaten Lebak cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pertemuan lempeng Australia dan Benua Asia di Samudera Hindia.


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geologi (BMKG) secara ilmiah dan keilmuan telah menetapkan Lebak Selatan masuk zona rentan gempa megathrust yang memicu gelombang tsunami.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, orang tua terdahulu telah mengingatkan potensi gempa dan tsunami di Lebak Selatan akibat lempeng megathrust. Oleh karena itu, BPBD Lebak mengimbau warga, khususnya yang tinggal di pesisir selatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman tersebut.

Untuk meminimalisasi korban, pemerintah membangun infrastruktur Gedung Shelter di Desa Muara Binuangeun, 120 lokasi jalur evakuasi, termasuk arah petunjuk menuju lokasi titik kumpul di bukit-bukit.

"Jika terjadi gempa megathrust yang memicu tsunami kurang lebih 10-20 menit, maka masyarakat harus bergerak cepat memanfaatkan infrastruktur dengan melintasi jalur evakuasi dan arah petunjuk ke bukit serta gedung shelte (tempat berlindung)," ujarnya.


Ilustrasi gempa. Metrotvnews.com/ Khairunnisa Puteri M


Di samping itu, BPBD Lebak telah membentuk delapan desa tangguh bencana (destana) agar masyarakat pesisir dapat menyelamatkan diri mitigasi gempa megathrust tersebut. Pembentukan destana terus dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar mampu mengurangi risiko kebencanaan.

Tak hanya itu, BPBD bekerja sama dengan BMKG menggelar Sekolah Lapangan Geofisika untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Warga dilatih menyelamatkan diri saat tsunami dengan mengikuti jalur evakuasi menuju perbukitan atau berlindung di gedung shelter.

"Kami masyarakat Lebak selatan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan ancaman potensi bencana gempa megathrust dan tsunami," tuturnya.

(Silvana Febiari)