Seorang anggota pejuang Hamas. Foto: Anadolu
Utusan Trump Targetkan Pelucutan Senjata Hamas Mulai dalam 30 Hari
Muhammad Reyhansyah • 18 August 2026 21:32
Tel Aviv: Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, mengatakan kemajuan dalam upaya melucuti senjata Hamas dapat mulai terlihat dalam waktu sekitar 30 hari sebagai bagian dari pelaksanaan rencana perdamaian Gaza.
"Kita bisa melihat kemajuan dalam waktu 30 hari, mudah-mudahan mulai dengan pengambilan sebagian senjata," kata Kushner kepada Fox News saat berada di Tel Aviv, Senin, 17 Agustus 2026.
Kushner mengatakan proses penutupan terowongan yang dibangun Hamas untuk mendukung operasi militernya dan menyelundupkan pasokan dapat berlangsung dalam 60 hingga 90 hari.
"Kemajuan bisa datang segera, tetapi kami membutuhkan kerja sama dari kedua pihak," ujarnya.
Mengutip Malay Mail, Kushner menyampaikan target tersebut setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama hampir empat jam untuk membahas sejumlah persoalan dalam rencana perdamaian Gaza.
Ia mengatakan pemerintahan Trump berkomitmen membantu pembangunan kembali Gaza, tetapi proses rekonstruksi tidak akan dimulai sebelum wilayah tersebut didemiliterisasi.
"Kami tidak akan membiarkan Gaza dibangun kembali sampai demiliterisasi terjadi. Tidak ada yang ingin menginvestasikan lebih banyak uang di suatu tempat jika tempat itu hanya akan kembali dikuasai teroris," kata Kushner.
Ia juga menegaskan Amerika Serikat tidak akan membatasi hak Israel untuk mempertahankan diri jika terdapat ancaman yang dianggap mendesak.
Kushner mengatakan proses tersebut akan menjadi situasi yang menguntungkan bagi Israel. Jika Hamas bersedia melucuti senjatanya dalam 60 hingga 90 hari, proses perdamaian dapat berlanjut. Namun, jika kelompok tersebut menolak, Israel akan mendapat dukungan lebih besar dari Amerika Serikat dan negara lain untuk melanjutkan operasi militer.
Sebelumnya, Kushner mengatakan telah bertemu dengan pejabat Hamas dalam suasana yang "sangat bersahabat". Namun, ia mengakui masih sulit mempercayai kelompok tersebut.