Oknum Petugas Diduga Bantu Penyelundupan Emas di Bandara Soetta

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Rp22,3 kilogram emas batangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Oknum Petugas Diduga Bantu Penyelundupan Emas di Bandara Soetta

Muhammad Adyatma Damardjati • 18 August 2026 17:43

Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengendus indikasi keterlibatan oknum petugas bandara dalam melancarkan aksi sindikat penyelundupan emas internasional di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini berdasarkan temuan pada pengungkapan sejumlah kasus.

"Sama seperti salah satu dari kasus sebelumnya, ada keterlibatan oknum petugas bandara atau ground handling yang memang bekerja sehari-hari di bandara," ungkap Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
 


Hengky memaparkan bahwa dugaan pelanggaran tersebut terungkap berdasarkan penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) serta koordinasi intensif dengan otoritas keamanan penerbangan (Aviation Security/Avsec). Sindikat internasional diduga sengaja memanfaatkan oknum ground handling karena dinilai sangat memahami seluk-beluk, jalur logistik, hingga kelemahan jam operasional bandara.

Keterlibatan orang dalam tersebut membuat proses penyamaran barang bukti yang dibawa oleh para kurir warga negara asing (WNA) menjadi lebih mudah. Khususnya, untuk menembus sistem keamanan standar.


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Rp22,3 kilogram emas batangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Selain menyoroti oknum di bandara internasional, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama menegaskan pentingnya memperketat pengawasan di level bandara domestik. Jalur penerbangan lokal dinilai kerap menjadi titik awal pemindahan hasil tambang ilegal sebelum diselundupkan ke luar negeri.

"Pintu masuk ke Bandara Soekarno-Hatta atau bandara internasional ini tentunya tidak lepas juga dari pengawasan di bandara domestik. Pintu keluar dari daerah tempat pertambangan emas tanpa izin itu pasti melewati bandara domestik," tegas Djaka.

Guna mencegah modus serupa terulang, Djaka mendorong penguatan kolaborasi antarinstansi di seluruh pintu keberangkatan domestik. Pengawasan di bandara internasional dinilai tidak akan efektif jika pergerakan sindikat di daerah asal dibiarkan lolos. 

Pihak otoritas kini terus mendalami identitas dan peran oknum yang terlibat, guna membongkar jaringan penyelundupan tersebut hingga ke akar-akarnya.

(Fachri Audhia Hafiez)