Kongres FIFA Tegang, Wakil Palestina Tolak Berdampingan dengan Israel 

Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub. Foto: Anadolu

Kongres FIFA Tegang, Wakil Palestina Tolak Berdampingan dengan Israel 

Dimas Chairullah • 1 May 2026 17:43

Vancouver: Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, secara terbuka menolak untuk berdiri berdampingan dengan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman. 

Momen panas dan canggung tersebut mewarnai jalannya acara Kongres FIFA ke-76 pada Kamis waktu setempat.

Kedua tokoh sepak bola itu awalnya dipanggil ke hadapan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam momen tersebut, Infantino tampak meletakkan tangannya di lengan Rajoub dan memberikan isyarat hangat agar ia mendekat ke arah Suliman, yang diketahui merupakan seorang warga Palestina yang menetap di Israel. Namun, ajakan perdamaian dari Infantino itu ditolak mentah-mentah oleh Rajoub.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Susan Shalabi, yang turut hadir di ruangan tersebut, mengungkapkan alasan kuat di balik sikap tegas Rajoub.

"Saya tidak bisa berjabat tangan dengan seseorang yang dibawa Israel untuk menutupi fasisme dan genosida mereka! Kami sedang menderita," ungkap Shalabi menirukan ucapan Rajoub, dikutip dari laporan Al Jazeera, Jumat, 1 Mei 2026. 

Di sisi lain, otoritas Israel hingga saat ini terus membantah keras tuduhan telah melakukan genosida di Jalur Gaza. Menyadari ketegangan yang terjadi, Infantino kemudian mengambil alih podium.

"Kita akan bekerja sama, Presiden Rajoub, Wakil Presiden Suliman. Mari kita bekerja sama untuk memberikan harapan kepada anak-anak. Ini adalah masalah yang kompleks," ujar pimpinan tertinggi FIFA tersebut untuk berupaya mendinginkan suasana.

Namun, langkah Infantino itu justru menuai kritik tajam dari kubu Palestina. Berbicara setelah kongres berakhir, Shalabi menilai upaya paksa agar Rajoub dan Suliman berjabat tangan menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap pidato Ketua Federasi Sepak Bola Palestina sebelumnya. 

Dalam pidato berdurasi 15 menit itu, Rajoub dengan gigih memohon agar klub-klub Israel dilarang mendirikan tim di wilayah permukiman Tepi Barat.

"Ditempatkan pada posisi di mana harus berjabat tangan setelah semua yang dikatakan, ini meniadakan seluruh tujuan pidato yang disampaikan oleh Jenderal (Rajoub). Kemudian kita akan menutup-nutupi masalah ini. Itu tidak masuk akal," keluh Shalabi.

Sebagai informasi, pada pekan lalu Federasi Sepak Bola Palestina telah resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait keputusan FIFA yang enggan memberikan sanksi kepada Israel.

Federasi Sepak Bola Palestina bersikeras bahwa klub-klub yang berbasis di permukiman Tepi Barat wilayah yang diperjuangkan Palestina seharusnya tidak diizinkan berkompetisi di bawah naungan Federasi Sepak Bola Israel. 

Meski demikian, FIFA pada bulan lalu telah menyatakan tidak akan mengambil tindakan apa pun dengan alasan status hukum Tepi Barat yang belum terselesaikan di bawah hukum internasional publik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)