Warga melintasi genangan air banjir rob di kawasan akses pintu masuk menuju pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (28/11/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Waspada Banjir! Pos Pintu Air Angke Siaga 1
Achmad Zulfikar Fazli • 5 May 2026 07:18
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menetapkan status bahaya atau siaga 1 pada Pos Pantau Pintu Air Angke Hulu akibat kenaikan tinggi muka air (TMA) yang mencapai 350 sentimeter pada dini hari. Masyarakat diimbau waspada terhadap kemungkinan banjir di sekitar wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi dari BPBD DKI yang dikutip di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026, volume air terpantau mulai meningkat signifikan sejak Senin, 4 Mei 2026, petang seiring dengan intensitas hujan dan kondisi cuaca mendung di wilayah hulu sungai.
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta pada pukul 00.00 WIB, Selasa, 5 Mei 2026, tinggi muka air di Pos Angke Hulu berada di angka 350 cm dengan status Siaga 1 dan kondisi cuaca mendung.
Status ini menunjukkan peningkatan dari pantauan empat jam sebelumnya, di mana pada pukul 20.00 WIB, Senin, 4 Mei 2026, ketinggian air masih berada pada level 320 cm.
BPBD DKI Jakarta menginformasikan kenaikan air ini diprediksi sampai di pintu air Cengkareng Drain dalam waktu kurang lebih tiga jam ke depan.
Pihak berwenang meminta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk segera melakukan langkah antisipasi mandiri guna menghindari kerugian materiil maupun korban jiwa akibat luapan air.
Rincian kronologis kenaikan air di Angke Hulu pada Senin, 4 Mei 2026, tercatat mulai pukul 17.00 WIB dengan TMA 220 cm (Siaga 3).

Ilustrasi banjir. Dok. Metro TV
Baca Juga:
Banjir Kebon Pala Mencapai 1 Meter, Warga Masih Bertahan di Rumah |
Kondisi tersebut terus merangkak naik ke angka 280 cm pada pukul 18.00 WIB (Siaga 2), kemudian mencapai 295 cm pada pukul 19.00 WIB saat wilayah setempat diguyur gerimis, hingga akhirnya menyentuh level bahaya pada pukul 20.00 WIB.
Sejumlah wilayah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara diprediksi dilalui aliran sungai tersebut. Di antaranya, Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, dan Kembangan Utara.
Selain itu, wilayah Kedaung Kaliangke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, serta Kamal Muara diminta meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi banjir.
Hingga pukul 00.00 WIB, Selasa, 5 Mei 2026, kondisi pintu air lainnya di Jakarta juga menunjukkan variasi status, di mana Pos Pasar Ikan berada pada level Siaga 2 dengan TMA 233 cm.
Sementara itu, Pos Manggarai (775 cm), Karet (510 cm), Pesanggrahan (180 cm), dan Sunter Hulu (180 cm) terpantau berada pada status Waspada atau Siaga 3.
Sebelumnya, curah hujan tinggi yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 4 Mei 2026, telah memicu banjir di 55 rukun tetangga (RT) serta tiga ruas jalan utama di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Luapan air dilaporkan merendam pemukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter pada titik terdalam.
Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling signifikan dengan total 51 RT yang tergenang, di mana Kelurahan Petogogan mencatatkan jumlah titik banjir terbanyak mencapai 37 RT.
Selain area pemukiman, akses transportasi terganggu akibat genangan setinggi 30 hingga 70 sentimeter di beberapa lokasi strategis, seperti Jalan Swadarma, Jalan Ciledug Raya, dan kolong Tol Jorr Meruya Utara.