Sejumlah kendaraan keluar dari kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. ANTARA/Desi Purnama Sari
Hadapi Arus Mudik 2026, ASDP Siapkan Lebih dari 60 Kapal Besar di Merak
Whisnu Mardiansyah • 23 February 2026 17:19
Cilegon: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan lebih dari 60 unit kapal untuk melayani arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini ditempuh guna meningkatkan kelancaran penyeberangan dan menekan antrean kendaraan di pelabuhan, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni.
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menyatakan persiapan tahun ini dilakukan lebih matang melalui kolaborasi dengan kementerian terkait. Penambahan kapasitas pelabuhan dan penyediaan kapal-kapal berukuran besar menjadi fokus utama.
"Kapal yang tersedia untuk persiapan nanti ada lebih dari 60 kapal. Kapal-kapal ini memiliki kapasitas beragam, mulai dari 300 hingga 500 orang, dengan kecepatan yang lebih baik dibanding tahun lalu," ujar Yossianis di Serang, Banten seperti dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan layanan penyeberangan akan difokuskan pada sejumlah titik di wilayah Banten dan Lampung. Beberapa pelabuhan yang disiapkan antara lain Pelabuhan Merak–Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan, pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), serta Pelabuhan Panjang di Lampung dan Pelabuhan BBJ (Bandar Bakau Jaya).
Berdasarkan informasi resmi ASDP, di lintasan Merak–Bakauheni pihaknya menyiagakan 75 kapal yang beroperasi sesuai pengaturan jadwal regulator. Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga, peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, serta penyiapan pelabuhan kontinjensi seperti KBS Cilegon.
Untuk menarik minat masyarakat dan memecah kepadatan, ASDP bersama pemerintah memberikan stimulus serta diskon khusus bagi pengguna jasa. Kebijakan stimulus berupa diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan akan berlaku mulai 12 hingga 31 Maret 2026, mencakup 14 pelabuhan dan berdampak pada tujuh lintasan reguler maupun ekspres. Yossianis juga menyebutkan bahwa hingga saat ini ketersediaan tiket mudik masih sangat mencukupi karena angka penjualan masih tergolong rendah.
"Saat ini tiket yang terjual masih sangat sedikit, ketersediaan masih di atas 99,9 persen. Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal secara daring agar perjalanan lebih terencana," tambahnya.
Masyarakat dapat memesan tiket penyeberangan mulai H-60 sebelum keberangkatan melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy . ASDP juga membuka program Mudik Gratis 2026 dengan kuota 1.260 peserta yang dijadwalkan berangkat pada 17 Maret 2026.

Ilustrasi - Kapal feri di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto
Berdasarkan data ASDP, secara nasional pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.
ASDP mengimbau pemudik menjaga keselamatan, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, dengan memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Masyarakat juga diminta memantau potensi cuaca ekstrem menjelang Angkutan Lebaran seiring masih aktifnya Monsun Asia yang berpotensi meningkatkan curah hujan.
Langkah penambahan kapal besar dan percepatan durasi bongkar muat ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu penumpang serta memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.