Salah satu bangunan di Kabupaten Gunungkidul terdampak gempa. Dokumentasi/BPBD Kabupaten Gunungkidul
Stasiun Geofisika Sleman Catat 112 Gempa Susulan di Bantul
Media Indonesia • 28 January 2026 15:21
Sleman: Stasiun Geofisika Sleman mencatat, gempa di Bantul dengan magnitudo (M) 4.5 pada 27 Januari 2026 pukul 13.15 WIB diikuti oleh gempa susulan. Hingga Rabu, 28 Januari 2016, pukul 10.15 WIB, jumlah gempa susulan tercatat sebanyak 121 gempa susulan dengan kekuatan terbesar M2.4 dan tren frekuensi kejadian gempa susulan masih variatif.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi menyampaikan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Gempa bumi ini dirasakan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyakarta, Klaten dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas).
"Sementara itu, di Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, skala intensitas tercatat II MMI (Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),"ujar dia, melansir Media Indonesia, Rabu, 28 Janauri 2026.

Peta guncangan gempa bumi magnitudo 4,5 yang berpusat 16 kilometer timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-BMKG
BMKG mencatat episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.87 LS dan 110.49 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Bantul, DIY dengan kedalaman 11.0 km.
Sementara itu, Pakar Gempa dari Teknik Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani, menilai, gempa yang berpusat di di DIY terjadi di zona sesar aktif, Sesar Opak. Gempa tersebut kemungkinan terjadi akibat adanya pasokan tekanan yang diberikan oleh gempa yang berpusat di Pacitan.
“Deformasi terjadi apabila lempeng terus didorong ke dalam, sehingga lempeng dapat terus berubah bentuk dan bergeser. Perubahan dan pergeseran lempeng tersebut menyebabkan terjadinya gempa bumi," terang Gayatri.
Kedua peristiwa gempa bumi tersebut sempat membuat masyarakat merasa cemas dan khawatir. “Masyarakat memang harus selalu waspada dengan adanya gempa ini. Kejadian gempa pada hari ini dapat dijadikan pengingat bahwa kita berada di area tektonik aktif. Sehingga, masyarakat harus siap siaga dalam merespons gempa bumi ini,” pesannya. (MI/AT/Ardi Teristi)