Remaja dan Dewasa Muda Disebut Paling Rentan Terpapar DBD di Jaksel

Ilustrasi demam berdarah dengue (DBD). Foto: Antara.

Remaja dan Dewasa Muda Disebut Paling Rentan Terpapar DBD di Jaksel

Anggi Tondi Martaon • 28 January 2026 11:08

Jakarta: Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan (Jaksel) menyebutkan kelompok yang paling rentan menderita demam berdarah dengue (DBD). Mereka yaitu kelompok remaja dan dewasa muda.

"Remaja dan dewasa muda menjadi kelompok usia paling rentan terpapar demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Selatan," kata Kepala Sudinkes Jaksel, Debi Intan Suri, dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.

Berdasarkan data Sudinkes Jaksel, jumlah kasus tertinggi tercatat pada kelompok usia 12-25 tahun. Kemudian, diikuti oleh kelompok anak usia 5-11 tahun serta kelompok usia produktif 26-45 tahun.

Sementara itu, kelompok lanjut usia di atas 59 tahun mencatat jumlah kasus yang relatif lebih rendah. Meski demikian, kelompok lansia tetap perlu diwaspadai.

"Karena memiliki potensi komplikasi yang lebih tinggi apabila terinfeksi DBD," ujar Debi.

Distribusi kasus DBD pada Januari 2026 juga menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Kasus DBD lebih banyak dialami oleh laki-laki dengan persentase mencapai 68 persen, sedangkan perempuan sebesar 32 persen.

Sementara itu, Sudinkes Jaksel telah menangani sebanyak 38 kasus DBD pada Januari 2026. 

Upaya Sudinkes Jaksel dalam menangani DBD di wilayah setempat, di antaranya dengan memaksimalkan peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Petugas Jumantik melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dua kali sepekan.

Ilustrasi pengasapan atau fooging. Foto: Antara.

Kemudian, melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan sekolah dan pemukiman warga. Serta, sosialisasi kepada warga tentang pencegahan DBD, termasuk praktek pembuatan perangkap nyamuk (flytrap) di sejumlah sekolah.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, atau tanda-tanda yang mengarah pada DBD.

Selain itu, Sudinkes Jaksel mencatat 2.513 kasus DBD sepanjang 2024. Sedangkan 2025, tercatat 1.528 kasus atau turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)