Dialog Prabowo dengan Guru Besar Digelar Tertutup, Ini Alasannya

Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Dialog Prabowo dengan Guru Besar Digelar Tertutup, Ini Alasannya

Fachri Audhia Hafiez • 15 January 2026 10:27

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menggelar dialog bersama 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan strategis yang membahas arah kebijakan pendidikan nasional dan kondisi geopolitik ini diputuskan berlangsung secara tertutup.

"Mohon maaf, kali ini memang agendanya tertutup, karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
 


Prasetyo menjelaskan bahwa kerahasiaan ini diperlukan agar diskusi mengenai rencana besar negara dapat dilakukan secara lebih mendalam. Pemerintah memandang pendidikan sebagai pondasi kunci yang berjalan beriringan dengan target swasembada pangan dan energi menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, penguatan kualitas SDM melalui universitas menjadi harga mati bagi kabinet saat ini.

"Kita pahami bahwa pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci. Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia, baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045," ucap Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter. Pasalnya, Indonesia saat ini masih mengalami defisit lebih dari 100.000 dokter. Selain itu, peningkatan kualitas dosen serta sarana prasarana kampus juga menjadi sorotan utama dalam taklimat Presiden.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Tak kalah penting, pemerintah tengah menghitung ulang skema pembiayaan pendidikan tinggi. Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden ingin mencari jalan keluar agar beban operasional Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bisa ditekan, sehingga biaya kuliah tidak lagi memberatkan mahasiswa tanpa mengurangi kualitas akademik.

"Kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa," pungkas Prasetyo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)