PT KAI Kembangkan Kawasan TOD di 4 Kota, Ini Lokasinya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

PT KAI Kembangkan Kawasan TOD di 4 Kota, Ini Lokasinya

Eko Nordiansyah • 22 September 2026 11:22

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menghadirkan total 5.484 unit hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Rinciannya, sebanyak 2.200 unit di kawasan Stasiun Manggarai, 753 unit di Stasiun Kiaracondong, 1.042 unit di kawasan RSUP Dr. Kariadi Semarang, serta 1.489 unit di kawasan Stasiun Surabaya Gubeng.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan pengembangan kawasan TOD ditujukan untuk memperkuat integrasi antara hunian dan transportasi publik di kawasan perkotaan.

"Tentunya, melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan," ucap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, dikutip Senin, 21 September 2026.

Melansir situs resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pembangunan hunian vertikal berbasis TOD tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Seluruh pembangunan memanfaatkan lahan milik PT KAI.

Pengembangan hunian TOD di empat kota

Pencanangan pembangunan hunian dilakukan secara serentak di empat kota pada 16 Maret 2026. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pembangunan dilakukan di Blok F dan G. Kawasan tersebut direncanakan memiliki delapan menara setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian tipe 45 dan 52. Penyerahan kunci ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027.
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Pembangunan tahap awal Hunian Manggarai telah dimulai melalui groundbreaking pada 21 Agustus 2026. KAI Properti menargetkan pembangunan tahap pertama hunian vertikal TOD di kawasan Manggarai, Maraya Residence, rampung dalam waktu 18 bulan setelah groundbreaking atau sekitar Februari 2028.

Sementara itu, sebanyak 753 unit hunian akan dikembangkan di kawasan Stasiun Kiaracondong, Bandung. Melansir situs resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Menteri PKP Maruarar Sirait telah meninjau lahan milik PT KAI di kawasan Kiaracondong bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Senin, 6 April 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat potensi pembangunan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudian, sebanyak 1.042 unit disiapkan di kawasan Dr. Kariadi, Semarang, serta 1.489 unit di kawasan Stasiun Gubeng, Surabaya.

Berkontribusi mendorong perekonomian nasional

Pengembangan hunian berbasis TOD ditujukan untuk mendekatkan tempat tinggal masyarakat dengan transportasi publik dan pusat aktivitas perkotaan. Selain itu, pembangunan hunian kawasan TOD diharapkan tidak hanya menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi mendorong perekonomian nasional

“Program perumahan ini bukan hanya soal menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, bahkan lebih. Melalui pembangunan perumahan, kita dapat mewujudkan dua hal sekaligus, yaitu keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang cepat,” ujar Hashim, dikutip Senin, 21 September 2026.

Dengan demikian, pembangunan hunian kawasan TOD KAI menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus meningkatkan konektivitas dengan transportasi publik. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)