Fenomena lubang raksasa di Aceh Tengah. (Dokumentasi/Metro TV)
Warga Aceh Tengah Diminta Waspada Lubang Raksasa yang Meluas
Fajri Fatmawati • 3 February 2026 15:16
Aceh Tengah: Lubang raksasa akibat gerakan tanah dan longsor di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin meluas. Sebagai langkah mitigasi, Dinas ESDM Aceh mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di daerah-daerah rawan gerakan tanah, khususnya lokasi bekas longsoran yang masih menunjukkan rekahan aktif.
Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, menekankan pentingnya pengendalian air permukaan dan sistem drainase. Sebab, air hujan merupakan salah satu faktor utama yang memicu peningkatan tekanan air pori dan melemahkan kestabilan lereng.
"Pada lokasi-lokasi tertentu yang dinilai berisiko tinggi terhadap infrastruktur, termasuk ruas jalan strategis, opsi relokasi trase jalan perlu dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang yang lebih aman," kata Taufik, Selasa, 3 Februari 2026.
Selain itu, pemantauan berkala terhadap pergerakan tanah perlu terus dilakukan melalui pengamatan lapangan dan pengukuran teknis lanjutan, terutama pada musim hujan.
"Pemasangan rambu peringatan dan pembatasan aktivitas di sekitar zona rawan longsor juga dinilai penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat dan pengguna jalan," ujar Taufik.

Lubang raksasa di Kecamatan Ketol serta wilayah Kabupaten Aceh. Foto: Istimewa
Taufik juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mempercepat gerakan tanah, seperti membuka lereng tanpa kaidah teknis. Masyarakat diharapkan segera melaporkan tanda-tanda awal gerakan tanah, seperti munculnya rekahan, pohon atau tiang miring, atau perubahan aliran air, kepada pihak berwenang.
“Upaya mitigasi gerakan tanah membutuhkan kerja sama semua pihak. Kewaspadaan dini dan penanganan yang tepat akan sangat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana di kemudian hari,” ungkapnya.