2.200 Kucing di Jaktim Bakal Disterilisasi Sepanjang 2026

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur (Jaktim) melakukan sterilisasi kucing di Kantor Walikota Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.

2.200 Kucing di Jaktim Bakal Disterilisasi Sepanjang 2026

Fachri Audhia Hafiez • 1 February 2026 17:18

Jakarta: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur (Jaktim) menargetkan sterilisasi terhadap 2.200 ekor kucing sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk menekan laju pertumbuhan populasi kucing liar di wilayah Jaktim yang dinilai masih cukup tinggi.

"Tahun ini target sterilisasi kucing sebanyak 2.200 ekor, ini sebagai upaya menekan populasi kucing liar," ujar Kepala Suku Dinas KPKP Jaktim, Taufik Yulianto saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 1 Februari 2026.
 


Taufik menjelaskan, target tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang dipatok pada angka 2.000 ekor. Ia merasa optimistis sasaran tersebut dapat tercapai mengingat realisasi tahun 2025 berhasil melampaui target, yakni mencapai 2.314 ekor kucing. Adapun rincian target tahun ini terdiri dari 1.700 ekor kucing jantan dan 500 ekor kucing betina.

“Tahun lalu berhasil terealisasi 2.314 ekor kucing. Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai, bahkan lebih,” ujar Taufik.

Dalam pelaksanaannya, Sudin KPKP berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk menangani sterilisasi kucing betina. Taufik menilai, kerja sama dengan tenaga profesional dan komunitas pecinta hewan sangat krusial demi efektivitas program di lapangan.

"Kolaborasi dengan komunitas dan tenaga profesional sangat membantu percepatan dan efektivitas program sterilisasi ini," ucap Taufik.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jaktim, Theresia Ellita, menambahkan bahwa rangkaian program tahun 2026 diawali dengan aksi Tangkap-Steril-Lepaskan (Trap-Neuter-Return/TNR). Aksi perdana telah dilaksanakan di Pasar Induk Kramat Jati pada akhir Januari lalu dengan menyasar 200 ekor kucing liar.

"Setiap kegiatan sterilisasi kami melibatkan sekitar 30 personel gabungan. Mereka dibagi sesuai tugas masing-masing," kata Ellita.


Ilustrasi. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Ellita menjelaskan proses medis sterilisasi memerlukan waktu sekitar 20 hingga 40 menit tergantung jenis kelamin kucing. Melalui program konsisten ini, Pemerintah Kota Jaktim berharap kesehatan lingkungan terjaga dan kesejahteraan hewan liar dapat lebih terjamin melalui populasi yang terkendali.

"Melalui sterilisasi ini kita ingin populasi kucing di Jakarta Timur dapat terkendali," kata Ellita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)