Sekjen NATO Mark Rutte. (Anadolu Agency)
Sekjen NATO Puji Trump Berhasil Dorong Kenaikan Belanja Pertahanan Eropa
Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 16:43
Ankara: Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte memuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena dinilai berhasil mendorong negara-negara Eropa meningkatkan belanja pertahanan hingga mendekati tingkat pengeluaran AS.
Berbicara menjelang KTT NATO di Ankara, Turki, Rabu, 8 Juli 2026, Rutte mengatakan Trump berhasil mewujudkan target yang selama puluhan tahun diupayakan para presiden Amerika Serikat.
"Presiden Trump akhirnya berhasil mewujudkan apa yang sejak era Eisenhower diupayakan para presiden Amerika Serikat, yaitu menyamakan belanja pertahanan antara Eropa dan Amerika Serikat," kata Rutte, dikutip dari Anadolu.
Menurutnya, selain dorongan dari Trump, meningkatnya ancaman dari Rusia juga menjadi faktor yang membuat negara-negara Eropa mempercepat peningkatan anggaran pertahanan.
Rutte menegaskan NATO kini memasuki tahap implementasi setelah para anggota sebelumnya menyepakati target belanja pertahanan sebesar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035.
"Tahun lalu kami fokus pada perencanaan, target, pendanaan, industri, dan dukungan bagi Ukraina. Tahun ini adalah tentang implementasi dan memastikan semua itu benar-benar terlaksana," ujarnya.
Ia mengatakan Eropa dan Kanada diperkirakan mampu meningkatkan belanja pertahanan hingga mencapai sekitar 4 persen dari PDB dalam waktu satu tahun. Menurut Rutte, langkah tersebut akan memperkuat kemampuan pertahanan NATO sekaligus meningkatkan kapasitas industri pertahanan aliansi.
Rutte juga menegaskan NATO akan terus mendukung Ukraina serta memastikan aliansi mampu mempertahankan setiap wilayah anggotanya apabila menghadapi serangan.
Selain itu, ia kembali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menyebut serangan Amerika Serikat terhadap Iran diperlukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata dan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Baca juga: NATO Gelontorkan Proyek Senjata Rp900 Triliun untuk Perkuat Kemampuan Militer