Farhan Tegaskan Hubungan dengan Wakil Wali Kota Harmonis

Wali Kota Bandung M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Farhan Tegaskan Hubungan dengan Wakil Wali Kota Harmonis

Roni Kurniawan • 7 July 2026 12:42

Bandung: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membantah isu yang menyebut hubungan politiknya dengan Wakil Wali Kota Bandung Erwin tengah merenggang. Farhan menegaskan komunikasi di antara keduanya tetap berjalan baik di tengah sorotan publik terkait dinamika pemerintahan Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir.

Farhan mengatakan kehadiran Erwin dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung pada Selasa, 7 Juli 2026 menjadi bukti hubungan keduanya tetap harmonis. Menurut Farhan, tidak ada komunikasi yang dingin meski belakangan muncul berbagai spekulasi mengenai relasi mereka.

"Baik-baik saja. Ngobrol lah, makanya tadi kan datang ikut pelantikan juga. Aman. Hubungan tidak pernah beku, jadi selalu cair," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa, 7 Juli 2026.

Farhan mengakui diskusi dan dinamika merupakan hal yang wajar dalam hubungan politik. Farhan menuturkan komunikasi yang terjadi tidak hanya melibatkan dirinya dan Erwin secara personal, tetapi juga partai-partai politik yang mengusung keduanya.

"Diskusi pastilah karena ini hubungan politik. Hubungan politik itu tidak hanya hubungan pribadi antara Farhan dengan Pak Erwin, tetapi juga dengan partai di belakang Farhan dan partai di belakang Pak Erwin. Bahkan sampai level provinsi dan nasional," ujar Farhan.

 



Farhan mengungkapkan pemberitaan mengenai hubungan dirinya dengan Erwin bahkan telah menjadi perhatian pimpinan partai politik di tingkat pusat.

"Jadi apa yang kemarin diberitakan itu menjadi perhatian Ketua Umum NasDem dan Ketua Umum PKB. Kalau sudah ketua umum partai ngomong, ya kita mengikuti," ucap Farhan, Selasa, 7 Juli 2026.

Meski diterpa isu keretakan hubungan, Farhan memastikan selama ini hubungan kerja dengan Erwin tetap berjalan harmonis.

"Alhamdulillah, happy saya mah," katanya.



Wakil Wali Kota Bandung Erwin (kanan) saat memberikan keterangan bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kiri) di Balai Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan


Menanggapi pertanyaan mengenai pembagian tugas Wakil Wali Kota yang sebelumnya sebagian dialihkan kepada Sekretaris Daerah, Farhan belum memastikan apakah kewenangan tersebut akan dikembalikan kepada Erwin. Farhan menegaskan evaluasi dilakukan berdasarkan capaian kinerja pemerintahan, bukan pertimbangan politik.

"Ya tergantung hasil dari capaian yang kita dapatkan karena bagaimanapun juga kita fokus sekali kepada result-oriented," ujar Farhan.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku belum memiliki agenda khusus untuk berbicara empat mata dengan Farhan, meski membuka peluang komunikasi dalam waktu dekat.

"Ya pasti, mungkin ngobrol mah. Tapi belum ada ngobrol apa-apa," ujar Erwin.

Saat ditanya mengenai kabar dinamika hubungan keduanya telah menjadi perhatian pengurus partai di tingkat pusat, Erwin mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

"Saya belum tahu ya. Kalau saya mah gimana instruksi. Kalau kata partai A ya A, B ya B, karena posisinya siapa pun ke atasan semua. Samina wa athona atas," kata Erwin.

Erwin juga mengaku baru kali ini kembali tampil bersama Farhan dalam satu agenda resmi setelah beberapa waktu terakhir tidak terlihat mendampingi wali kota pada sejumlah kegiatan.

"Ya karena saya diundang. Saya ada di undangan, ya saya datang kalau diundang. Kalau nggak diundang, ya nggak datang," ujar Erwin.

Sebelumnya, isu renggangnya hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin mencuat setelah Erwin mengaku jarang dilibatkan dalam pembahasan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kota Bandung.

Erwin menyatakan sejak dilantik dirinya tidak pernah diajak membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perubahan anggaran, program kerja Kota Bandung, hingga rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN).

Erwin bahkan mengaku tidak mengetahui perkembangan sejumlah program prioritas pemerintah kota karena minimnya pelibatan dalam proses pengambilan keputusan.

(Whisnu M)