Penyadap Karet di Kabupaten OKU Luka Parah Diserang Beruang

Korban Rahmat, menjalani perawatan intensif di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja akibat diserang beruang liar, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Edo Purmana

Penyadap Karet di Kabupaten OKU Luka Parah Diserang Beruang

Whisnu Mardiansyah • 16 April 2026 23:29

OKU: Seorang warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, diserang beruang saat bekerja di kebun karet kawasan Hutan Air Pohal, Desa Rantau Kumpai, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kamis, 16 April 2026. Korban mengalami luka serius akibat serangan tersebut.

"Peristiwa ini terjadi siang tadi sekitar pukul 11.10 WIB," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Ajun Komisaris Besar Polisi Endro Aribowo, di Baturaja seperti dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.

Dia mengatakan korban bernama Rahmat, 55, warga Desa Rantau Kumpai. Korban diserang seekor beruang saat menyadap pohon karet di kebun dekat kawasan Hutan Air Pohal.
 


Kejadian tersebut bermula ketika Rahmat sedang bekerja di kebun karet miliknya. Tiba-tiba seekor beruang keluar dari semak belukar dan langsung menyerangnya. Korban berhasil menyelamatkan diri setelah melakukan perlawanan menggunakan golok yang dibawanya. Hewan tersebut akhirnya melarikan diri. Akibat serangan beruang itu, korban mengalami luka robek akibat gigitan pada betis kanan serta luka cakaran pada tangan kiri.

"Korban langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sutowo, Baturaja, untuk mendapatkan perawatan intensif," katanya.


Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah Ketapang Selatan melepaskan kembali seekor beruang madu jantan bernama Azim ke habitat alaminya di Hutan Lindung (HL) Gunung Tarak, Kalimantan Barat.

Saat ini, pihak kepolisian telah menerjunkan personel ke lokasi kebun karet untuk melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun agar terhindar dari ancaman hewan buas.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel guna mengantisipasi potensi serangan hewan liar serupa di kemudian hari," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)