Warga saat berkunjung di acara CFN di Lombok Tengah, Provinsi NTB. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Tak Hanya Kuliner, CFN di Lombok Tengah Kini Libatkan Pelaku Ekonomi Kreatif
Silvana Febiari • 20 April 2026 16:39
Lombok Tengah: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengubah konsep Car Free Night (CFN) yang digelar setiap Sabtu malam di jalan protokol Kota Praya. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Konsep CFN ke depan mulai ada perbedaan dari sebelumnya dengan melibatkan pelaku ekonomi kreatif," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Muhamad Hatta, dilansir dari Antara, Senin, 20 April 2026.
Ia mengatakan format awal CFN lebih berfokus pada pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner. Oleh karena itu, CFN digelar sebagai wadah untuk mendukung 17 subsektor ekonomi kreatif agar karya mereka dapat dipasarkan.
Terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia di antaranya pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, dan aplikasi.
"Artinya CFN itu tidak hanya kuliner yang ditampilkan, tetapi produk 17 subsektor ekonomi kreatif itu juga," ucapnya.
Ia mengatakan dengan adanya pengembangan CFN ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok Tengah. "Ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Warga saat berkunjung di acara CFN di Lombok Tengah, Provinsi NTB. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Selain itu, kegiatan CFN tidak hanya dipusatkan di tingkat kabupaten, tetapi juga direncanakan digelar di ibu kota kecamatan atau di 12 kecamatan di Lombok Tengah. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi anggaran, yakni tetap satu kali dalam sebulan, termasuk di tingkat kecamatan ke depannya.
"Pelaku UMKM di Lombok Tengah dilibatkan semua," ujarnya.