Tembus Tiongkok, Durian Parigi Moutong Jadi Komoditas Unggulan Transmigrasi

Kementerian Transmigrasi resmi melepas ekspor 459 ton durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, senilai Rp42,5 miliar ke pasar Tiongkok. Foto: Dok. Kementrans.

Tembus Tiongkok, Durian Parigi Moutong Jadi Komoditas Unggulan Transmigrasi

Fachri Audhia Hafiez • 19 April 2026 13:27

Jakarta: Kementerian Transmigrasi resmi melepas ekspor 459 ton durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, senilai Rp42,5 miliar ke pasar Tiongkok. Langkah ini menjadi bukti keberhasilan transformasi kawasan transmigrasi yang kini fokus pada pengembangan ekosistem ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah berdaya saing global.

“Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi berbasis kawasan yang mampu menghasilkan komoditas unggulan berdaya saing global,” ujar Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat memimpin pelepasan ekspor di Sulawesi Tengah, dikutip Minggu, 19 April 2026.
 


Iftitah menjelaskan, ekspor durian ini berasal dari 11 lokasi di Parigi Moutong yang mayoritas merupakan kawasan transmigrasi dan eks-transmigrasi. Ia menekankan pentingnya hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah. Menurutnya, pasar internasional, khususnya Tiongkok, memiliki minat yang sangat tinggi terhadap durian dalam bentuk segar.

“Permintaan durian di pasar global, khususnya Tiongkok, sangat besar. Nilai durian segar bahkan bisa hampir dua kali lipat dibandingkan produk beku. Ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan,” jelas Iftitah.

Selain durian, Iftitah juga melirik potensi komoditas kelapa yang memiliki prospek ekspor menjanjikan. Berdasarkan hasil pertemuannya dengan Duta Besar Tiongkok, permintaan kelapa di Negeri Tirai Bambu mencapai 4 miliar butir, sementara kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih jauh dari mencukupi.


Kementerian Transmigrasi resmi melepas ekspor 459 ton durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, senilai Rp42,5 miliar ke pasar Tiongkok. Foto: Dok. Kementrans.

“Pangsa pasar di sana sangat besar, Indonesia memiliki lahan dan tenaga kerja, sementara Tiongkok memiliki pasar yang besar, termasuk untuk komoditas durian dan kelapa. Permintaan kelapa mencapai sekitar 4 miliar butir atau senilai sekitar Rp110 triliun, sementara kapasitas produksi mereka baru sekitar 1 miliar butir,” tegasnya.

Kementerian Transmigrasi berkomitmen terus mendorong pengembangan kawasan sebagai pusat produksi terintegrasi. Wilayah Parigi Moutong kini direncanakan masuk dalam koridor ekonomi hortikultura Sulawesi Tengah bersama Poso dan Sigi untuk memperkuat rantai pasok dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)